Snorkeling di Pulau Petong, Mengapa Tidak? (1)

Pulau Petong ini berada di sisi selatan Batam. Lebih kurang perjalanan satu setengah jam dari titik keberangkatan kami di Kepri Mall hingga sampai di jembatan enam. Tentu saja, kita akan melewati jambatan satu Barelang yang telah menjadi ikon Batam.

Rasakan Sejuk Air Gunung Daik di Resun

Air terjun Resun, begitu nama yang dilebelkan untuk air terjun yang terletak di desa Resun itu. Airnya mengalir dari pengunungan di tanah Lingga. Air terjun Resun ialah satu di antara sekian banyak aliran air terjun dari gunung Daik.

Kampung Boyan di Dabo Singkep

Para perantau ini seringkali meninggalkan jejak berupa nama kampung, yakni Kampung Boyan. Nah, itulah yang menjadi pijakan, tradisi rantau warga Bawean memiliki jejak, baik berupa nama maupun tradisi. Di Dabo Singkep, terdapat juga sebuah kampung bernama Kampung Boyan.

Menikmati Keindahan Masjid Agung Natuna

Masjid ini memang megah. Bahkan termegah yang ada di Kepri. Sebab itu, masjid ini selalu terlihat sangat cantik dari berbagai sisinya. Anda bisa mencari berbagai foto menarik masjid ini di internet. Saya sungguh kagum.

Puasa dan Pembebasan Sosial

Puasa mempunyai konteks tanggungjawab pribadi dan juga tanggungjawab sosial. Karenanya, dalam berpuasa, disamping mewujudkan kesalehan vertikal kepada Allah, juga untuk mewujudkan kesalehan herisontal kepada sesama manusia dan mahluk Allah.

Sunday, October 29, 2017

Menghapus Pesan Terkirim di WhatsApp

Selama menggunakan aplikasi chat di gawai canggih atau smartphone, pasti kita pernah salah kirim pesan. Gak usah malu, tentu kalian semua pernah punya pengalaman itu kan? Nah, sekarang, khusus kalian pengguna Whatsapp, tidak perlu lagi khawatir malu karena salah kirim pesan sebab aplikasi ini telah menyediakan menu ataupun ikon untuk menghapus pesan yang salah kirim itu.

Baru beberapa hari ini saja aplikasi hapus pesan terkirim itu bisa digunakan. Tapi saya tidak tahu apakah ini masih versi beta ataukah memang sudah bisa digunakan. Perlu sedikit saya luruskan, bahwa yang dimaksud menghapus pesan terkirim ini ialah menghapus pesan di tampilan WhatsApp sendiri dan juga nomor WhatsApp tujuan. Artinya, keduanya sama-sama terhapus. Sedangkan fitur untuk menghapus pesan di tempat sendiri, itu mah sudah lama bisa kita gunakan.

Terlepas dari pada itu, ada beberapa syarat agar kamu bisa menggunakan ikon delete pesan di whatsapp itu. 

PERBARUI APLIKASI. Tentu kamu harus memperbaharui aplikasi Whatsapp. Langsung saja buka di Google Play dan carilah Whatsapp. Nantinya akan ada tombol memperbarui. Langsung saja tekan barang itu. Tak perlu lagi lama-lama. (Apabila ternyata aplikasi pembaruan itu tidak bisa diinstas di gawai mu, berarti OS-nya sudah tidak mendukung atau memori sudah sepnuh.


TIDAK LEBIH DARI TUJUH MENIT. Nah, ini adalah syarat penting. WhatsApp hanya membatasi maksimal waktu tujuh menit untuk menghapus pesan yang terkirim. Apabila lebih dari itu, tentu tidak bisa lagi dihapus. Dan, kita harus merelakannya. Mengapa 7 menit? Secara psikologis, biasanya kita akan cepat menyadari kesalahan dalam rentang waktu itu. Bahkan, keragu-raguan juga kerap memakan waktu sekitar lima menitan. Karena itu, apabila ada keraguan sesaat setelah kirim pesan, segerlah cek kembali. Siapa tahu bisa di delete. 

Hanya dua itu saja syarat utamanya untuk bisa memanfaatkan aplikasi hapus pesan terkirim ini. Sedangkan untuk langkah-langkah penghapusannya, ada beberapa tahapan dan tidak sulit alias gampang banget deh. Prosesnya sama kayak mau mau meghapus pesan dari orang lain di tampilan WhatsApp mu.

1. Buka pesan di WhatsApp yang ingin dihapus
2. Tekan dan tahan pesan tersebut

3. Tekan pilihan Delete atau ikon tong sampah

4. Pilih opsi Delete for Me (untuk perseorangan) atau Delete for Every One (untuk menghapus di grup)

Nah menghapus untuk semua orang menjadi fitur baru WhatsApp. Dengan kemampuan ini kita dapat menghapus pesan yang telah dikirim baik di ponsel kita maupun ponsel lawan bicara. Jika berhasil, pesan yang telah dihapus akan digantikan dengan tulisan You deleted this message pada ponsel pengguna, sementara pada ponsel lawan bicara akan tertera pesan This message was deleted. 

Bagi saya, menu seperti ini sangat penting. Karena, apabila kita salah kirim, yang tidak pada penerima yang sebenarnya, maka bisa membuat malu. Coba saja kalian ingat ketika salah kirim, misalnya, menagih hutang. Udah pakai kata-kata dengan huruf tebal, eh…. ternyata salah kirim. Kan malu. 

Nah, kehadiran aplikasi ini tentu akan semakin membuat pengguna WhatsApp semakin dimanjakan. Jangan lupa upgrade Aplikasi WahtAppmu. Okelah. Selamat Mencoba.


Sunday, October 22, 2017

Cara Mengatasi Iklan Pop-up dan Malwere di Browser Chrome


Beberapa hari saya kesal dengan browser yang kerap memunculkan iklan. Parahnya, setiap kali klik apapun di laman yang saya buka, akan munculk iklan dengan membuka tab baru dan terkadang berada di halaman itu juga. Aduh.... inilah yang menggangu kerja-kerjaku. Apakah pembaca juga pernah mengalami hal serupa? Jika pernah, tentu bisa merasakan kekesalan yang rasa rasakan. Jika tidak ataupun belum, maka bersyukurlah.

Karena hal itulah tulisan ini hadir. Bukan hendak menggurui, tapi hanya ingin berbagi pengalaman tentang cara mengatasinya. Siapa tau bermanfaat kala mengalami hal serupa. 

Dari penelusuran saya melalui google, terny
ata hal itu karena ada ada malwere, pop-up tersembunyi dan iklan-iklan yang terpasang sendiri. Sebagai orang awam di bidang teknologi ini, tentu saja harus bertanya pada penciran google. Begitulah yang saya lakukan. Dan mungkin begitu juga Anda menemukan tulisan ini.

Dari sekian banyak hasil pencarian untuk mengatasi hal itu, hanya memilih cara yang berikan oleh google. Dan dari sekian cara itu, berikut inilah langkah-langkahnya;
1. Di komputer atau labtopmu, buka Chrome.
2. Di kanan atas, klik Lainnya Setelan.
3. Di bagian bawah, klik Lanjutan.
4. Di bagian "Setel ulang", klik Setel ulang.
5. Konfirmasi dengan mengklik Setel ulang.

Ternyata hanya begitu saja sudah bisa menghilangkan iklan yang tak kita inginkan itu. Sebenarnya ada banyak hal yang bisa setting di sana, tetapi karena saya malas untuk mengecek lebih jauh, jadi saya hanya menggunakan yang saya perlukan saja. 

Adapun cara lain yang juga bisa diandalkan untuk menghilangkan iklan-iklan dari web yang kita buka, Anda bisa mengintal program adblok yang tersebar di jagat maya itu. Silahkan saja cari sendiri. Saya sendiri tidak terlalu tertarik menggunakan adblok karena iklan adalah penghasilan bagi pemilik web ataupun blok. Ketika saya mengunjungi suatu web ataupun blog yang iklan banyak dan kebangetan, maka saya keluar saja dan tidak melanjutkan membaca konten di dalamnya. Paling tidak hal itu untuk memperingatkan pemiliknya agar tidak serampangan menyusun iklan-iklan di kontennya. 

Apabila Anda sudah melakukan pemblokirn iklan itu, maka berselancar akan kembali normal. Oke.... selamat bersalancar kembali. Gunakan internet untuk hal-hal positif. 


Berharap Ada Voucher Internet Semurah Kartu Perdana



Selama ini banyak pemilik gawai atau smartphone atau handphone memilih gonta-ganti kartu untuk kuota internetnya. Mengapa? Alasannya, harga kartu kuota perdana lebih murah dari pada beli paket langsung. Apalagi, persaingan provider telekomunikasi selalu memberikan kuota besar dengan harga terjangkau. Mana yang lagi promo, maka kartu itulah yang akan dibeli.
Nah, sekarang pemerintah akan mengefektifkan kebijakan registrasi kartu prabayar semua operator tanpa terkecuali. Jika tidak melakukan registrasi ulang atau tidak mendaftarkan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sebanarnya, pemerintah bisa memblokir kartu itu. Informasi itu juga sudah tersebar melalui laman-laman berita daring. Bahkan pemberitahuan telah disiarkan secara berantai dan bertahap ke nomor-nomor yang aktif digunakan. Beberapa teman pun sudah memperlihatkan kegundahan dan kegelisahaannya memalui akun media sosial mereka.
Tentu saja kebijakan itu juga akan merugikan saya selaku owner Kios F21 Batam yang sudah terkenal sebagai pusat kartu perdana internet murah di Batam. Bagaimana tidak, akibat kebijakan itu, saya jadi tidak berani menyediakan stok terlalu banyak, khawatir nantinya kartu itu justru tak bisa dijual. Jangan untung, bisa-bisa malah buntung nih. Namun saya tidak bisa bersikap kerdil melihat kebijakan pemerintah ini karena tentu akan mengganggu kepentingan bisnis saya. Saya yakin upaya pemerintah membatasi pendaftaran kartu prabayar dengan maksimal tiga kartu untuk satu NIK adalah upaya tertib administasi agar tidak terjadi malpraktik terhadap sarana komunikasi itu.
Pernahkah Anda mendapatkan SMS yang bernada penipuan, penawaran judi online, ataupun SMS promosi? Pernahkah Anda mendapatkan telepon yang tidak dikenal, yang mengabarkan sanak saudara kecelakaan atau penemuan barang atau telepon yang sok kenal sok dekat namun ujung-ujungnya minta kirimin pulsa ataupun uang? Inilah sisi negatif dari kemudahan mendapatkan kartu prabayar. Apalagi, promosi yang digelar oleh provider selalu gratis atau lebih murah jika menghubungi ke nomor yang masih satu provider. Maka, jadilah penipu-penipu itu dengan lebih gampang untuk melakukan tindak kejahatan. (Sebenarnya mereka ini kelewat kreatif dengan memaksimalkan sisi negatif.... itu sih pendapat saya sajalah. Hehehehe...)

Kalau dibandingkan dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia, kita memang jauh lebih longgar dalam kebijakan ini. Di negara kita yang tercinta ini, bisa dengan gampang mendapatkan kartu perdana di setiap konter. Provider pun berlomba untuk mencetak kartu perdana sebanyak-banyaknya dengan harapan agar dapat menggaet pelanggan lebih banyak lagi. Nah memang benar, di Indonesia, jumlah pengguna kartu telepon ini lebih banyak [mungkin] tiga kali lipat dari jumlah penduduk. Bagaimana tidak, satu orang saja bisa memiliki dua sampai tiga nomor guna menghindari biaya internet yang lebih tinggi. Kebanyakan, skema untuk memiliki dua atau tiga nomor itu agar lebih murah dalam berkomunikasi. (Alasan lainnya mungkin agar gampang menghindar dari debt collector hehehehe...) Karena longgarnya aturan di Indonesia, kita pun mendapatkan kuntungan sisi positifnya. Artinya, ada plus dan ada minus juga.

Harapan Sebagai Penjual Kartu
Nah, sebagai penjual kartu tentu dong saya punya harapan atau usul untuk semua provider. Kita tahun, hingga saat ini, Telkomsel menduduki posisi provider telekomunikasi termahal untuk paket internet karena promo kuota besarnya hanya berlaku untuk kartu perdana saja. Bayangkan saja 30 GB yang diberikannya kepada pelanggan itu ternyata hanya 7 GB saja yang bisa digunakan normal. Sisanya untuk begadang dan nonton di apalikasi tertentu. Hadeh...... cepek deh. Berbeda dengan kartu lain, khususnya Tri (3), yang dengan harga yang sama bisa mendapatkan kuota 50 GB.
Menurut saya jika provider telekomunikasi masih bisa tetap memanjakan pelanggannya dengan menjual voucher internet. Ini adalah voucher kusus untuk isi ulang. Mengapa? Karena pemerintah sudah membatasi jumlah registrasi untuk satu kartu, maka tentu kita tidak bisa lagi bisa sembarangan memilih kartu internet yang murah dengan kuota besar. Setidaknya, dengan bermain promo melalui voucher, pelanggan setia tatap akan setia menggunakan produkmu.

Kalau dihitung-hitung biaya membuat kartu baru dengan biaya membuat voucher kayaknya sih kurang lebih saja. Bahkan, bisa lebih mudah dengan membuat voucher. Saat ini, satu-satunya provider yang menyediakan kartu isi ulang internet itu hanya Tri (3). Yang lainnya, melakukan penjualan dalam bentuk elektrik. Betul tak?
Tentu saja, saya sebagai penjual kartu internet berharap masih dapat keuntungan seperti menjual kartu perdana. Sebab, kalau hanya berharap dari pengisian pulsa, sangat tidak seberapa. Keuntungan jualan pulsa itu per transaksi, bukan per nominal. Jika pelanggan nanti isi pulsa nominal Rp 100 ribu, keuntungan saya pun sama dengan nominal yang Rp 10 ribu. Maka dari itu, saya berharap ada gebrakan dari provider untuk obral promo paket internet dengan voucher. 
Itu setidaknya usulan saya. Setuju atau tidak setuju, gak usah dibawa ke meja rapat pleno DPR lah..... Kalau setuju, silahkan share tulisan ini. Kalaupun tidak setuju, share jugalah sembil menuliskan komentar atau ide lainnya di kolom komentar. 
Oke. Selamat berbahagia dengan kebijakan baru pemerintah.




Saturday, October 21, 2017

Tips dan Trik Mengganti Password Modem Bolt 4G

Yang masih setia menggunakan model Bolt 4G tentu sudah paham cara mereset passwordnya. Namun siapa tahu ada pengguna yang lupa dan atau memang pengguna baru yang belum tahu. Maka ikutilah langkah-langkah sebagaimana akan saya jelaskan di bawah ini.
Beginilah kira-kira penampakannya nanti. Tapi baca dulu tahapan demi tahapan biar lebih mudah paham

Sebelumnya, perlu Anda ketahui, Bolt 4G mengeluarkan produk berupa MI-Fi. Sewaktu awal-awal produk ini dikenalkan, promosinya sangat gencar sekali dan jaringannya memang joss. Sekarang promosinya kurang dan penggunanya pun tanpaknya bergkurang. Namun jaringannya (khususnya di Batam) masih joss juga. Yang tidak kalah penting ialah Modem Bolt 4G ini hanya digunakan modemnya saja. Artinya, tidak lagi memakai kartu Bolt. Bersyukurlah kita bila mendapatkan modem Bolt 4G yang tidak terkunci sehingga bisa menggunakan kartu internet lain. Maklum lah, sekarang ini provider kartu internet berlomba menyajikan kuota jumbo dengan harga murah (cek saja di Kios F21 Batam).
Oke. Back to the topic. Agar jaringanmu tidak tercecer di mana-mana, maka perlu menguatkan password model Bolt kalian. Apalagi yang belinya seken, maka hukumnya wajib mengganti password. Inilah langkah-langkah menggantinya:

1. Langkah pertama sambungkan Modem Bolt 4G anda ke komputer atau smarthphone
2. Lalu klik link berikut http://192.168.1.1 (tenang saja, ini bukan link virus)

Ini penampakan awalnya dan Anda cukup menuliskan kata sandi atau password "admin" saja

3. masukkan password default: admin
4. Selanjutnya, pilih setting pada menu yang berada di kanan atas
5. Kemudian ganti nama hotspot dan password sesuai keinginan anda
Ini gambaran tiga langkah terakhir. Ikuti saja sesuai nomor panduan dan nomor yang tertera di gambar. Beres deh...

6. Lantas tekan apply

Saran saya, sebaiknya mencobanya menggunakan komputer saja. Jangan menggunakan gawai atau smartphone karena agak lelet.

Sekian dulu untuk bagian ini. Mudah-mudahan di lain waktu bisa berbagi lagi. 

Silahkan komen saja bila ada hal yang disampaikan.

Wednesday, October 4, 2017

Benarkah Agama itu Sebagai Candu?


Ini adalah tulisan lama saya yang sudah pernah diterbikan oleh Ruang Baca (suplemen tabloid buku yang diterbitkan oleh Koran Tempo) sekitar 2003 silam. Saya beruntung karena masih bisa menukan tulisan ini bertebaran di berbagai blog. Sebab itu, tulisan ini saya posting kembali di blog ini sebagai dokumentasi sekaligus, walau saya punya dokumen aslinya. Nah kebetulan, term itu selalu hangat dalam setiap diskusi. Maka, silahkan simak resensi saya atas buku yang berjudul Agama Bukan Candu karya Eko Darmawan ini. Judul asli resensi ini ialah Perspektif Lain Agama Sebagai Candu. Dan berikut tulisan tersebut. 

Aforisme Marx yang cukup terkenal prihal agama ialah “agama adalah candu dari masyarakat” (It [Religion] is the opium of the people). Sebenarnya, Marx tidak banyak menulis tentang agama sebagai ideologi, melainkan ia melihat dari perspektif sosio historiografis masyarakat yang menjadikan agama sebagai praktik pembenaran sepihak tanpa implementasi lebih lanjut dalam praktik kehidupan. Kumpulan tulisan Marx dalam buku Marx Tentang Agama (Teraju, 2003) menjelaskan hal demikian itu. Dan aforisme diatas tak lain adalah penggalan kalimat dari sekian kalimat yang membahas hakekat manusia ditengah kapitalisme kehidupan, dimana peran agama selalu menjadi pertanyaan.

Dikarenakan aforime Marx merupakan satu kalimat yang tidak berdiri sendiri, maka tak jarang bila kemudian terjadi interpretasi yang berbeda-beda. Marx bukanlah satu-satunya orang yang diangap anti agama dan anti tuhan (ateis), masih bayak pemikir lain, terutama yang beraliran materialisme, mendapat perlakuan sama. Misalnya Ludwig Feuerbach dan Tan Malaka. Ketiga tokoh inilah yang menjadi kajian dalam buku ini.
Eko P. Damawan mempunyai perspektif lain dari kebanyakan orang dalam memahami pemikiran tiga tokoh ini. Baginya, Kritik sekaligus pemahaman tiga tokoh tersebut terhadap agama adalah upaya membangun spritualitas keagamaan manusia yang terjewantahkan dalam laku kehidupan konkrit. Agama diturunkan agar manusia tumbuh dan berkembang menjadi Manusia-manusia Besar, bukan menjadi manusia- manisia kecil yanghanya puas dengan kesuksesan-kesuksesannya sendiri. Menjadi Manusia Besar artinya menjadi manusia yang bejiwa, dan berpikiran dan berperasaan semesta.(hlm.23) 
Relevansi kritik tersebut, seperti yang digambar Darmawan, dapat dilihat dari cara keberangamaan saat ini yang lebih dekat dengan modus yang bereksistensi borjuis–kapitalistik ketimbang dengan modus yang bereksistensi religius secara sosio-hostoris. Ketika kesuksesan dunia dan akhirat diartikan sebagai kesuksesan ekonomis dan sosial di dunia dan kesuksesan mendapatkan surga di akhirat, maka agama tak ubahnya seperti jual beli dalam merebutkan kavling surga. Lantas hubungan antara Tuhan dengan orang beragama tak ubahnya hubungan pedangan dan calon konsumen. Surga kemudian digambarkan secara pasif; sebagai tempat bersenang-senang, tempat dimana segala keinginan manusia dipuaskan.
Ironisnya lagi bila para pembasar atau elit agama, yang kebanyakan sukses secara ekonomi dan sosial, bersikap pasif terhadap kezalamin yang sering tampak dengan pernyataan, misalnya, bahwa Tuhan Maha Adil, Tuhan Maha Tahu, dan Tuhan Maha Bijaksana, dan sebagainya. Kemudian setelah itu membiarkan saja, tanpa upaya realistis. Jika demikian agama hanya menjadi milik kaum elit, dan agama tidak memihak kaum proletar. Pemahaman teosentrisme seperti diatas, menurut Darmawan jelas menunjukkan wajah egosentrisme agama. Agama hanya diartikan sebagai urusan spiritual ukhrawiah, dan urusan duniawi tidak mempunyai sangkut paut dengan agama. Yang demikian inilah yang menjadi kritik pedas, terutama oleh tiga tokoh yang dijadikan kajian dalam buku ini. 
Kritik paling pedas yang dilontarkan Feuerbach tentang agama dari hasil penelusuran Darmawan dari buku The Essence of Christianity-nya adalah ajaran teosentrisme agama. Baginya, Agama bukanlah tentang Tuhan yang sewenang-wenang menyuruh manusia untuk patuh pada-Nya, namun tentang pulihnya kesadaran dalam diri manusia tentang perjalanan hidupnya, dari mahluk yang terperangkap dari batas-batas ruang dan waktu menjadi mahluk yang mensemesta. Maka Feuerbach memaknai agama sebagai ajaran antroposentrisme. Jadi, misi agama adalah tentang bagaimana manusia turut mengisi atau membentuk eksistensinya secara konkrit di alam raya ini.
Realitas material yang ada dihadapan manusia bukanlah sesuatu yang harus dikontraskan dengan Tuhan. Kebenaran manusia bukanlah kebenaran yang bersifat abstrak, namun adalah kebenaran yang bersifat material, kebenaran yang bisa dirasakan secara bersama oleh sesama manusia. Secara tak langsung Feuerbach mengatakan bahwa untuk membumikan agama manusia harus menunjukkan dengan prilaku konkrit. Senada dengan itu, kritikan Marx, menurut Darmawan adalah kritik terhadap cara-cara empiris manusia menjalankan keberagamaannya. makna “candu” yang dimaksud Marx bukanlah sebagai surga bayangan, surga yang tidak riil, surga tidak konkrit melainkan sebagai gambaran hakikat mengenai apakah agama itu. 
Agama adalah impian dan harapan akan kehidupan surgawi, namun kehidupan surgawi itu bukanlah surgawi didunia ini melainkan di sana. Akan tetapi, bila hidup terus-menerus mencandu, maka secara tak langsung telah melupakan dunia sekitar, dunia dalam bermasyarakat. Marx mengajak manusia untuk mentransformasikan agama menjadi apa yang biasa disebut religiusitas. Agama butuh otoritas eksternal, sementara religiusitas menggali kearifan dalam diri sendiri. 
Agama membayangkan alam dan kebahagian surgawi di sana, sementara religiusitas membangun alam dan kebahagian surgawi di sini, di dunia konkrit ini.(hlm.182) Apalagi bila agama hanya diidentikkan dengan keghaiban. Tan Malaka—dengan Madilog-nya—adalah salah seorang yang mengkritik logika mistik. Ia, seperti yang disimpulkan darmawan, berpendapat bahwa inti ajaran agama bukanlah pada kegaiban, yakni pengharapan surga dan neraka. Seharusnya dengan berkembangangnya kemampuan akal budi manusia, beragama tidak lagi didasarkan pada–kenikmatan–surga dan–kesengsaraan–neraka. Kata Tan Malaka; “Jadi teranglah sudah, bahwa lemah tegunya iman itu tiadalah semata-mata bergantung pada ketakutan dan pengharapan sesudah kiamat. Jangan dilupakan, bahwa perkara vital yang menentukan lemah teguhnya iman adalah masyarakat kita sendiri”.
Seperti halnya Marx, menurut penulis, Tan Malaka juga mengkritik penjungkirbalikan agama. Yakni, ajaran keghaiban yang pada awalnya sebagai iming-iming agar manusia mengikuti ajaran Nabi, namun sekarang diletakkan sebagai yang utama, yang inti. Kritisime demikian inilah yang seringkali berakhir dengan pengecapan sebagai anti agama, kafir, murtad dan ateis (anti Tuhan). 
Menariknya buku ini adalah penyertaan data (referensi) yang dilakukan penulisnya. Hal ini menunjukkan keseriusan kajian yang dilakukan. Misalnya sistematisasi prihal keberagamaan menurut pandangan umum dan menurut Marx dan Feuerbach. Pertama, mengenai orientasi dan tujuan. Dalam pandangan umum, keberagamaan bertujuan mendapatkan surga dan berlimpahan rizki dari Tuhan, sedang dalam Marx dan Feuerbach bertujuan mengembangkan esensi manusia (akal, budi, kemauan, dan perasaan) sehingga mensemesta dalam kebersamaan. Kedua, mengenai aktivitas utama. Menurut pandangan umum aktivitas utama beragama adalah ibadah, sedangkan menurut Marx dan Feuerbach adalah bekerja sama membangun dunia yang lebih mulia. Dan ketiga, mengenai produk masyarakat yang diciptakan. Menurut pandangan umum ialah masyarakat secara pribadi taat beribadah, namun secara sosio- historis sibuk dengan cita-cita dan gaya hidup yang pasif dan konsumtif mereka (masyarkat borjuis), sedangkan menurut Marx dan Feuerbach ialah masyarakat yang terdiri manusia-manusia besar yang kemauan, pikiran, dan perasaannya berkembang mensemesta, merasa satu dengan semesta.

Abd. Rahman Mawazi, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, alumnus
PP. Badridduja Kraksaan-Probolinggo.