Snorkeling di Pulau Petong, Mengapa Tidak? (1)

Pulau Petong ini berada di sisi selatan Batam. Lebih kurang perjalanan satu setengah jam dari titik keberangkatan kami di Kepri Mall hingga sampai di jembatan enam. Tentu saja, kita akan melewati jambatan satu Barelang yang telah menjadi ikon Batam.

Rasakan Sejuk Air Gunung Daik di Resun

Air terjun Resun, begitu nama yang dilebelkan untuk air terjun yang terletak di desa Resun itu. Airnya mengalir dari pengunungan di tanah Lingga. Air terjun Resun ialah satu di antara sekian banyak aliran air terjun dari gunung Daik.

Kampung Boyan di Dabo Singkep

Para perantau ini seringkali meninggalkan jejak berupa nama kampung, yakni Kampung Boyan. Nah, itulah yang menjadi pijakan, tradisi rantau warga Bawean memiliki jejak, baik berupa nama maupun tradisi. Di Dabo Singkep, terdapat juga sebuah kampung bernama Kampung Boyan.

Menikmati Keindahan Masjid Agung Natuna

Masjid ini memang megah. Bahkan termegah yang ada di Kepri. Sebab itu, masjid ini selalu terlihat sangat cantik dari berbagai sisinya. Anda bisa mencari berbagai foto menarik masjid ini di internet. Saya sungguh kagum.

Puasa dan Pembebasan Sosial

Puasa mempunyai konteks tanggungjawab pribadi dan juga tanggungjawab sosial. Karenanya, dalam berpuasa, disamping mewujudkan kesalehan vertikal kepada Allah, juga untuk mewujudkan kesalehan herisontal kepada sesama manusia dan mahluk Allah.

Minggu, 18 Maret 2018

Pembobolan Rekening dengan Registrasi Kartu GSM. Mengapa?

Saya agak heran dengan kemampuan berlebih pengguna gawai dan pemanfaat internet era digital ini. Ada banyak informasi di internet yang bisa digali, namun lebih percaya pada info yang disebarkan melalui pesan berantai pada aplikasi pesan singkat maupun media sosial lainnya. Info itu kemudian digulirkan ke teman dan grup-grup di tempat lain.

Ilustasi saja
Beberapa hari lalu, ada pesan bergambar masuk dalam grup WA yang saya ikuti. Gambar itu berisi dua informasi. Pertama adalah potongan foto bagian depan halaman koran Jawa Pos yang berisi berita dengan judul “Saldo Nasabah Hilang Misterius”. Lalu ada keterangan di bagian bawahnya, “Yang punya rekening di Bank BRI harap dicek saldonya terutama yang sudah registrasi kartu HP yang pakai KK dan NIK. Di beberapa wilayah Sumatera banyak nasabah yang kehilangan saldonya dari 5 jt, 20 jt, 40 juta. Bahkan ada yang saldonya tinggal 100 ribu. Tabungan tani juga ada yang kena 5 juta.”

Itulah pesan dalam pesan yang dapat hingga perlu menuliskan di sini. Ya, terkait dengan info pada gambar itu, ada dua informasi besar yang sedang berkembang, yakni ada keluhan nasabah BRI di Kediri yang kehilangan uang dalam rekeningnya dan perihal dampak registrasi kartu GSM prabayar yang bisa membuat informasi pribadi terbuka dan digunakan untuk pembobolan rekening.

Nah, diskusi perihal kartu prabayar itulah paling banyak mendapatkan perhatian warganet. Hal ini tak lain karena pemerintah telah mewajibkan registrasi ulang kartu itu. Ada berbagai alasan yang diberikan pemerintah, beberapa di antaranya untuk menghindari tindak kriminal karena penyalahgunaan kartu, rasio jumlah pengguna yang  sebanding, dan persaingan sehat di antara operator penyedia jasa telekomunikasi.

Sementara itu, tidak sedikit yang menolak kebijakan baru itu dengan berbagai argumentasi yang diajukan, antaranya merepotkan dan menyulitkan sebab adanya pembatasan dan seringnya terjadi kegagalan ketika registrasi; dan –ini yang paling ramai— rekaman data itu justru hanya akan membongkar data dari pengguna yang bisa dimanfaatkan pihak lain, apalagi rekaman data itu tidak di simpan di Indonesia, melainkan negeri asing.

Yang terakhir ini seakan mendapatkan kebenaran argumen dengan adanya kasus pembobolan rekening nasabah BRI yang bermula di Kediri sebagaimana diberitakan media-media nasional. Dengan sendirinya, berita perihal adanya kehilangan uang di rekening itu pun mendapatkan perhatian, meski kala itu masih dilakukan penyidikan dan penyelidikan oleh pihak BRI maupun aparat penegak hukum. Seakan ingin menunjukan fakta dari argumentasi dampak negatif dari registrasi kartu karena data bisa disalahgunakan oleh pihak lain, maka dengan demikian pesan berantai berita nasabah kehilangan dana tabungan itupun mendapatkan perhatian lebih. Wow....

Yang tidak kalah menariknya, konten berita dan keterangan dari penulisnya yang menjadi bagian lain dari berita itu seakan memiliki korelasi argumentatif rasional. Maka, betullah bahwa registrasi kartu prabayar itu hanya akan membuat kerugian saja.

Nah, celakanya, seringkali kita tidak memeriksa kembali kabar itu bila sejak dalam pikiran, kita telah bersepakat bahwa registrasi kartu prabayar itu justru bisa menimbulkan penyalahgunaan data pelanggan. Jadilan pesan itu dikirimkan ke grup-grup WA yang diikuti dan juga teman-teman yang terdaftar dalam kontaknya. Padahal, antar konten dan katerangan tambahan di luar koran itu sangatlah tidak nyambung. Hal serupa kerap terjadi pada info-info yang seringkali kebenaran faktual tidak sama dengan kebenaran interpretatifnya. Fakta apapun selalu menimbulkan bias untuk setiap interpretasi karena ia sangat bergantung dengan latarbelakang pengetahuan dari si penafsir.

Belakang diketahui bahwa hilangnya dana beberapa nasabah BRI itu adalah akibat tindak kejahatan yang dalam dunia kejahatan keuangan dan perbankan disebut dengan skimming, yakni kejahatan bidang perbankan dan keuangan yang dilakukan dengan cara merekam data seseorang dalam ATM lalu digandakan pada kartu ATM kosong lainnya. Pelaku skimming dari bobolnya dana nasabah BRI itu sudah ditangkap oleh kepolisian. Hingga tulisan ini dibuat, terdapat lima orang Warga Negara Asing yang melakukan tindak kriminal skiming itu dan saat ini masih dalam proses penyidikan. []

Kamis, 08 Februari 2018

Mengubah Paradigma Kampanye Konvensional

Tulisan ini sebanarnya dibuat ketika media sosial belum semarak karena ini tulisan ketika masih kuliah dulu. Dari pada dibuang, dan berkenaan dengan momentum pemilukada serentak 2018 serta menjelang pemilu 2019, maka saya terbitkan saja di blog ini.
Silahkan saja simak bila berkenan. Mudah-mudahan bermanfaat.

Ilustrasi bendera partai politik
Dalam setiap momentum pemilu, baik pemilu legislatif, pemilu presiden maupun pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung ini, kampanye adalah bagian penting untuk menarik simpati masyarakat (pemilih). Maka wajar kalau para calon yang bertarung dalam pilkada saat ini berlomba-lomba untuk mendatangkan massa sebanyak-banyak.

Sayangnya, pelaksanaan kampanye masih belum dijadikan media untuk mengaktualisasikan visi dan misi seorang calon kepada konstituennya, terutama masyarakat pemilih. Para kontestan politik (baca: calon pilkada) masih menjadikan kampanye sebagai media untuk memamerkan kekuatan massa (show of force).

Hal ini bisa kita saksikan dalam beberapa kegiatan kampanye yang masih bersifat mobilize oriented. Misalnya, arak-arakan massa, konvoi di jalan-jalan, pawai keliling yang sifatnya tidak mendidik. Model kampanye seperti ini sangat rentan terjadinya konflik dan ketegangan di akar rumput, gangguan keamanan dan ancaman kecelakaan lalu lintas sangat besar. Lebih mengkawatirkan lagi ketika pelaksanaan kampanye banyak melibatkan anak-anak di dalamnya.

Pelibatan anak-anak dibawah umur dalam kampanye pilkada jelas mencerminkan gagalnya pendidikan politik (civic education) di tingkat greesroot. Para kandidat calon lebih senang dan bangga ketika saat berkampanye dipenuhi (dibanjiri) oleh ribuan massa yang datang, termasuk di dalamnya pelibatan anak-anak dibawah umur. Terlepas apakah massa yang datang itu karena faktor mobilisasi atau sengaja digerakkan atau memang karena kesadaran politik.

Mestinya para kandidat calon mampu memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat bukan saling show of force. Sehingga kedepan kesadaran berpolitik masyarakat lebih dewasa dan rakyat tidak mudah untuk dimobilisasi dan dipolitisasi hanya untuk kepentingan politik sesaat.

Karena gagalnya pendidikan politik itu pula masyarakat kemudian mudah dimanipulasi, dimobilisasi dan diiming-imingi janji-janji (palsu) untuk menarik simpati masyarakat agar memenangkan dalam proses pemilihan. Kondisi seperti inilah yang selalu mewarnai proses kampanye dari waktu ke waktu.

Akibatnya, rakyat masih menjadi entitas yang terpisah dari pemimpinnya, rakyat belum menjadi bagian penting dalam proses regulasi politik di tingkat lokal. Rakyat dibutuhkan ketika ada hasrat politik (jabatan dan kekuasaan) yang ingin dicapai. Setelah hasrat politik itu tercapai rakyat sengaja ditinggalkan dan diletakkan dalam posisi politik yang marginal.

Jika para kandidat calon dalam pilkada masih menyuguhkan model-model kampanye yang bersifat primitif, tradisional, dan konvensional, kedepan rakyat tidak akan menjadi partisipan politik yang kritis, cerdas dan otonom dalam setiap momentum pemilu dan pilkada. Rakyat hanya sebagai proses legitimasi terhadap proses suksesi kepemimpinan yang sedang berlangsung.

Merubah Model Kampanye
Karena selama ini kampanye masih bersifat mobilize oriented, praktis dalam beberapa kegiatan kampanye yang telah dan akan dilaksanakan di hampir seluruh daerah yang akan melangsungkan pilkada tidak terjadi komunikasi yang kondusif, dialogis dan partisipatif antara pasangan calon dengan masyarakat pemilih.

Komunikasi antarkeduanya bersifat monolog dan searah. Rakyat sebagai pendengar dan kandidat pasangan calon sebagai pihak penceramah. Kampanye model seperti ini aspek pendidikan politik (civic education) bagi rakyat tidak ada. Sehingga setelah selesai pelaksanaan kampanye tidak ada aspek positif yang bisa dijadikan pegangan oleh rakyat untuk dijadikan kajian dan bahan diskursus tentang “sesuatu hal” untuk mengukur kapabilitas seorang calon ketika kelak terpilih dalam pilkada.

Yang tampak hanya luapan-luapan emosional sesaat seorang pendukung kepada calon yang didukung. Luapan-luapan emosional ini kadang mengarah kepada hal-hal yang sifatnya destruktif, misalnya, menjelek-jelekkan calon lain, merobek atribut dan poster calon lain dan sebagainya.

Sudah saatnya kita harus menemukan format baru dalam berkampanye. Kalau selama ini lebih mengandalkan kekuatan massa karena sifat kampanye adalah mobilize oriented maka model kampanye harus lebih dialogis dan partisipatif dengan model dialog. Misalnya melalui forum-forum ilmiah, diskusi publik dan seminar-seminar.

Dengan model kampanye yang bersifat dialog, antara rakyat pemilih dengan pasangan calon terjadi komunikasi yang sehat. Rakyat bisa mengetahui lebih jauh tentang visi, misi seorang calon, termasuk program kerja yang akan dijalankan. Rakyat juga bisa mengkritisi terhadap pasangan calon dan sebaliknya, pasangan calon tersebut bisa mengambil masukan dan saran langsung dari masyarakat.

Dengan demikian, akan terjadi kontrak sosial (social contract) antara rakyat dengan pasangan calon itu. Ketika rakyat tertarik dengan program kerja dan visi misi yang ditawarkan oleh pasangan calon rakyat tidak akan ragu lagi untuk memilihnya. Dengan kata lain, pilihan politik masyarakat dalam pilkada bukan didasarkan pertimbangan pragmatis dan opurtunis tetapi lebih didasarkan pada pertimbangan rasional (nurani).

Selain itu, model kampanye seperti ini, aspek pendidikan politik kepada masyarakat lebih terasa dibadingkan model kampanye yang hanya mengandalkan mobilisasi massa dalam jumlah banyak. Sebab, rakyat bukan menjadi objek yang pasif tetapi menjadi objek yang aktif.

Kalau kampanye dengan model dialogis seperti ini yang diutamakan oleh masing-masing kandidat pasangan calon, maka tidak akan ada keterlibatan anak-anak dibawah usia dalam kampanye. Massa yang terlibat dalam kampanye adalah mereka yang memiliki tingkat intelektualitas tinggi.

Minggu, 31 Desember 2017

Pergantian Tahun dan Beralih Pula Profesiku

Tunai sudah karir saya di dunia jurnalistik professional ini. Hari ini (31/12/2017) ialah hari terakhir bersama Tribun Batam dan esok (1/1/2018) akan beralih ke profesi lain.
Perpisahan dengan teman-teman di Tribun Batam

Sepanjang 2008-2017 ini tentu banyak kisah dan cerita selama menjalani tugas ini, baik ketika bersama teman-teman di Tribun Batam maupun dengan teman-teman jurnalis dari media lainnya. 


Dinamika itu telah memberikan wawasan pengetahuan dan pengalaman sekaligus menjadi bagian dari kepribadian. Ruh berita itu memang akan sangat bergantung dengan pribadi penulisnya. 

Maka, saya pun perlu mengucapkan terima kasih pada para pemangku managemen di Redaksi Tribun Batam beserta seluruh krunya, teman sejawat yang selama ini telah berbagi informasi dan berdikusi, dan juga untuk para nara sumber, serta lainnya.

“Kedekatan dengan nara sumber bukan berarti pertemanan,” itu kata bijak dan pesan Pak Jacob Utama yang terbingkai rapi di kantor. 

Dalam dunia jurnalistik, hubungan dengan narasumber itu seperti hukum simbiosis mutualisme bagi mahluk hidup. Sebab itu, saya berharap silaturahmi tidak terputus. 

Meski tak lagi sebagai jurnalis, mungkin akan tetap menulis di medium yang berbeda. Bisalah sesekali mampir ke www.pesonakata.com ini.


Terima kasih.

Selamat Tahun Baru 2018

Kamis, 28 Desember 2017

Kiat Promosi dan Cari Barang di Forum Jual Beli (FJB) Facebook

Jualan Pulsa di Facebook
Media sosial yang satu ini memang tak lagi hanya sekadar berbagi status dan komentar. Ada banyak terobosan yang dilakukan Facebook agar penggunanya tetap betah menggunakan aplikasi ini di tengah banyaknya aplikasi serupa yang lain.

Dua tahun terakhir, Facebook justru gencar mengupgrade fitur-fitur untuk forum jual beli. Awal mula, grup di Facebook berfungsi untuk menjadi sarana berkomunikasi bagi yang seminat, sekomunitas, sektertarikan, dan lain sebagainya. Sedangkan laman fanspagenya, untuk tempat, tokoh, merek, organisasi dan lain sebagainya. 




Seiring perjalanannya, tidak sedikit pula penggunanya memanfaatkan untuk sarana promosi dan jualan. Mungkin kamu masih ingat, sekitar empat tahun lalu atau lebih, ada beberapa teman di FB yang suka men-tag nama kita untuk postingan promosi dan jualannya, namun malah banyak yang tidak suka namanya ditag. Akibatnya, aksi bersih-bersih pertemanan yang tidak jelas pun dilakukan. 

Mengapa akun media sosial jadi sarana promosi dan jualan? Semua itu tak lain karena doktrin marketing yang diberikan oleh para motivator untuk memanfaatkan akun media sosial kita sebagai sarana promosi. Apalagi, fenomena jual beli online semakin tumbuh subur seiring perkembangan dunia teknologi infomasi.


Promosi Manjur di Grup Jual Beli Facebook

Nah, karena sekarang Facebook telah memberikan pilihan untuk membuat grup jual beli maka dan bahkan postingan kita pun bisa terindikasi sebagai postingan jual beli bila menempatkan meletakan kode mata uang suatu negara. Nah, hebatnya, Facebook akan otomatis menyarankan agar postingan semacam itu menggunakan postingan berformat jual beli. Menariknya lagi, setiap postingan jual beli yang kita sebarkan, selalu disarankan untuk disebar ke lebih banyak grup.

Inilah problemnya, karena banyaknya postingan jual beli di grup yang beranggotakan puluhan ribu akun, sebagai penjual, kita harus sering meng-up atau menuliskan komentar di kolom komentar agar postingan tidak cepat tenggelam oleh postingan terbaru dan terpopuler. 

Penampakan satu di antara grup jual beli di Facebook
Oleh karena itu, butuh strategi khusus agar postingan kita menarik bagi calon konsumen. Di sinilah peranan kata-kata akan sangat membantu untuk menyukseskan strategi marketing di grup-grup Facebook. Apalagi, tidak sedikit anggota grup yang mungkin menjual produk yang sama. 

Maka, saran saya ialah membuat keterangan pengantar yang baik agar orang tertarik dan bersedia komentar untuk barang dagangan Anda. Tips memilih kata dan kalimat yang baik. cukup banyak, namun semuanya mencakup hal-hal umum yang ingin diketahui calon pembeli. Dan saran saya, sebaiknya singkat dan padat serta dilengkapi foto maksimal tiga saja. 
Contoh untuk kalimat promo untuk jual beli rumah: 

Harga terjangkau, hanya Rp 160 juta.
Lingkungan asri dan lokasi strategis Batam Centre.
Tersedia tipe 36, 45, dan lainnya. 
Cocok untuk investasi ataupun dipakai sendiri. 
Banyak bonusnya. Kamu mau bonus apa? Silahkan komen saja langsung.


Contoh lain untuk promosi jualan pulsa dan kartu internet. Karena banyaknya merek dan varian paket internet, maka sebaiknya diketerangan disebutkan beberapa paket yang sedang promo atau paket terutama. Ini contoh kalimatnya:

Yuk langsung datang saja ke konter Agaya Cell
Harga murah dan tidak perlu cek toko sebelah lagi.
Simpati.......
Tri .......
XL .......
Paket lainnya juga tersedia. 
Silahkan saja komen paket yang kamu butuhkan atau datang langsung ke konter kami. 

Ingat, harga yang dipublis adalah harga termurah yang Anda sediakan. Kalau mahal, tentu tidak akan dilirik oleh anggota grup sebab tidak sedikit penjual lain yang juga akan memposting barang serupa.

Contoh kalimat seperti di atas adalah hasil  kesimpulan saya dari mengikuti puluhan grup jual beli di Facebook. Ingatlah, pilihan kata-kata yang tepat akan lebih memaksimalkan promosi. Konsep yang diterapkan adalah easy reading.

Baca juga: Rumus Membuat Judul Jualan Menarik di Facebook, Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada dan lainnya

Cari Barang dengan Cepat

Tak elok rasanya bila hanya berbagi tips untuk penjual saja. Saya pun pernah menjadi pembeli dari beberapa barang yang dijual di grup-grup jual beli Facebook. Karena banyaknya barang dagangan dan postingan lainnya di grup, tentu tidak mudah mencari produk yang kita ingimkan. Berikut beberapa triknya bagi Anda yang membuka Facebook dari ponsel.

Pertama, kamu bisa langsung pilih ikon barang yang dijual karena di sana hanya tertera barang yang diperjualbelikan saja. Sementara postingan lainnya tidak akan tampak.

Kedua, kamu bisa mecari melalui kolom pencarian yang ada di bagian atas di ponselmu. Namun kamu harus memilih pencarian dilakukan di grup, bukan pencarian umum. Hal ini bertujuan agar pencarian lebih tertarget. Sistem pencarian untuk grup di Facebook melalui ponsel memang tidak seperti ketika kita membuka Facebook dari laptop atau komputer. Mudah-mudahan nanti ada kolom pencarian tersendiri untuk Facebook versi ponsel.


Ketiga, gunakan kata kunci yang paling dipakai oleh penjual. Misalnya, ketika ingin cari rumah untuk kontrakan, maka bisa pilih kata "kontrak", "sewa", atau "sewa". Karena kata-kata itu biasanya yang digunakan oleh pemasang promosi. 

Itulah beberapa tips sederhana berdasarkan pengalaman saya yang bisa dibagikan. Ada banyak kegiatan jualan online yang pernah saya lakoni, mulai dari jualan tas impor Batam, sepatu, paket internet, bahkan juga jualan hasil kebun. Dan Alhamdulillah, berkat strategi pilihan kata-kata marketing yang saya pakai, hasilnya menggembirakan.

Beberapa hal lainnya, tentu akan diposting lain waktu. Semoga Anda senang membacanya. Tanya-tanya tips juga boleh di kolom komentar blog ini. 

Selamat beraktifitas dan semoga sehat selalu. Jangan lupa ibadah biar berkah.

Senin, 25 Desember 2017

Menulis dan Titik Kisar Perjalanan Hidupku

Ketika pengumuman itu disebar oleh teman-teman melalui grup di aplikasi WhatsApp, tentu saja membuatku penasaran. Itulah waktu yang ditunggu-tunggu. Pengumuman akhir dari seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dag dig dug juga dibuatnya. Sebab, jaringan internet di gawai ku sedang kurang bersahabat.

Gaya bebas
Riuh di grup yang hanya beranggotakan sembilan warganet itu pun tak dapat dihindari. Sedangkan aku, yang sudah membuka laptop untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, tak juga berhasil mengakses pengumuman itu. Beruntunglah, akhirnya ada juga yang membagikan hasilnya di grup . Selamat buat yang lulus.


Pendek kata, ada namaku tertera sebagai calon yang dinyatakan lulus itu. Itu tahapan akhir dari tiga rangkaian seleksi, dari seleksi tertulis hingga seleksi kemampuan bidang; wawancara dan micro teaching. Kulalui tahapan itu di tengah kesibukan kerja yang tidak lagi bisa mengambil cuti karena sudah kupakai pada keperluan-keperluan lain sebelumnya.

Ya, gembira dengan kabar kelulusan itu tentu saja bukan hanya diriku, tetapi juga istriku dan ibunda. Keduanya adalah yang paling memberikan spirit untuk ikut seleksi itu. Dan yang tidak kalah penting adalah sahabat, teman, kawan, dan karib yang memberikan motivasi dan pertimbangannya.

Seketika itu juga, istriku menjadi orang yang tersibuk. Ia yang berada di Probolinggo harus pontang-panting mendapatkan legalisir ijazahku karena waktu pengumpulan berkas begitu singkat. Pengumuman itu keluar Jumat, dan Rabu seluruh berkas harus sudah diserahkan.

Selama mengumpulkan berkas-berkas penting itu, aku begitu merasakan betapa pentingnya arsipasi dan dokumentasi dari beberapa kegiatan. Mungkin diriku masih termasuk orang setengah beruntung karena sebagian arsip pribadi masih kumiliki. Namun, karena sedari awal tak terbayang akan beralih profesi dari jurnalis ke bidang lainnya dan tak terbayang pula begitu banyaknya berkas yang dibutuhkan untuk menjadi CPNS, maka tentu saja masih ada yang tercecer.

Meminjam istilah Prof. Syafi’i Ma’arif, inilah titik kisar bagian perjalanan hidupku. Di usia yang mendekati batas akhir untuk ikut selesksi CPNS itu, tentu hal itu menjadi fregmen baru dalam sejarah. Setiap manusia memiliki titik kisar itu. Dan terserah mau di baginya menjadi berapa bagian dari tonggak penting dalam sejarah diri, saya yakin setiap manusia memilikinya.


Tonggak penting sejarah itu bukan sesuatu yang kebetulan dan serta merta. Di sana, ada sebuah proses, ikhtiar, daya upaya, yang mengarah pada terciptanya titik kisar itu. Misal, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, melakukan hijrah ke Madinah setelah proses menyampaikan risalah kepada kaum di Mekah, lalu peristiwa itu dijadikan sebagai tonggak sejarah tahun hijriah. Contoh lain, kemerdekaan Indonesia bukankan serta merta didapat begitu saja, melainkan dengan iktiar keras (jihad) melawan penjajahan, lalu menjadi titik kisar penting dalam sejarah Indonesia.

Setidaknya, di pengujung 2017 dan pengumuman CPNS itu telah menjadi titik kisar perjalan hidupnya karena pengumuman itu akan mengubah beberapa hal yang telah menjadi bagian dari rutinas. Dari bidang profesi jurnalis ke bidang akademis. Dari Batam harus berhijrah ke Bintan atau Tanjungpinang.

Satu yang masih sama, aktifitas menulis. Kegiatan ini sudah lama kujalani dan bahkan pernah menjadi wakil dari Sekolah Dasar (SD) untuk lomba menulis cerita pendek kala kegiatan pekan olah raga dan seni (Porseni) kala itu walaupun sebagai pemain cadangan sebab ternyata hanya tidak terbagi kategori putra dan puteri, melainkan hanya satu perwakilan. Sedangkan saat sekolah menengah, kegiatan tulis menulis dilanjutkan dengan menyadur cerita ataupun menulis ulang untuk ditempelkan di majalan dinding. Produktifitas menulis itu tumbuh subur ketika di bangku kuliah.

Maka, sengaja kutinggalkan jejak melalui tulisan ini agar mudah bagiku untuk tetap mengenang dan mengingatnya. Ini bukan soal sok pamer dan sok hebat, tetapi sekadar mengingatkan titik kisar perjalan hidupku dan berbagi kata-kata yang mungkin bermanfaat. Sebab, menurut dugaanku, kegemaran inilah yang mengantarkannya ke titik kisar perjalan hidupku di awal 2018. []

Rabu, 01 November 2017

Hati-hati Memberikan Nomor KTP dan KK Saat Registrasi Kartu GSM Prabayar

Kabar tentang registrasi kartu GSM prabayar sungguh telah mengheborkan sejak awal pekan ini. Wajarlah, sebab selama ini kita sudah nyaman dengan kegampangan dalam memiliki kartu GSM karena proses registrasi ke 4444 yang telah diterapkan sebelumnya tidak berjalan dengan baik.

Deretan Kartu Perdana yang Tersedia di Kios F21 Batam 

Nah, sekarang, di hari kedua setelah masa pemberlakukan registrasi sesuai nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan nomor Kartu Keluarga, kabar simpang siur mulai menyeruak melalui aplikasi perpesanan dan juga media sosial. Intinya, ada perlawanan dari untuk meregistrasikan kartu karena itu hanyalah “trik busuk”. Hal yang beginian, kalau dalam ilmu komunikasi disebut post factum, yakni menyampaikan bantahan terhadap fakta seakan-akan bantahan itu masuk akal. Ya udahlah. Itu kajian berat. 

Yang ingin saya sampaikan perihak kebijakan Kominfo untuk registrasi ulang kartu itu adalah suatu kebijakan pemerintah yang tidak bisa ditawar dan bukan hoaks. Saya sebagai penjual pulsa dan kartu perdana sudah mengalami tidak bisa registrasi sembarang lagi. Jelas sudah itu fakta yang saya alami.

Nah, sekarang, jika kamu sudah melakukan registrasi kartu GSM prabayar dan berhasil, janganlah mengupload screenshot keberhasilan itu memperlihatkan nomor identitas kita. Selain itu, jangan mau jika ada konter yang ingin memfoto KTP dan KK waktu pendaftaran. Mengapa? Ini dia alasannya.

Pertama. Saat ini pemerintah membatasi setiap satu nomor identitas didaftarkan. Nah, bagi para perusuh, pelaku kejahatan dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab lainnya, nomor identitas itu bisa gunakan untuk mendaftarkan nomor kartu GSM prabayar lain tanpa sepengetahuan kita.


Kedua. Sekarang ini zaman sudah canggih dengan kehadiran teknologi telekomunikasi informatika. Akses data kita memang tidak terbuka untuk umum, namun ditangan orang-orang iseng, data itu bisa disalahgunakan. Artinya, bukan nomor itu bukan hanya soal nomor kartu GSM prabayar saja, malainkan terkait dengan hal-hal lain, seperti rekening perbankan.

Ketiga. Bisa jadi foto KTP dan KK digunakan untuk kegiatan lain yang juga bisa merugikan kita. Contoh, apabila KK foto, maka Nomor Indok Kependudukan (NIK) seluruh anggota keluarga akan terlihat dan hal itu juga bisa disalah gunakan. Misalnya lagi, digunakan untuk meminjam uang di perbankan, lembaga penjaminan, koperasi dan lain sebagainya.


Setidaknya tiga dampak negatif itu bisa kita antisipasi sedari awal agar jangan sampai nantinya data pribadi itu dimanfaatkan orang yang tak bertanggung jawab tapi justru kita yang rugi. 


Maka dari itu, sebaiknya, kita sendiri mendaftarkan kartu GSM prabayar kita atau menunggu dan menjaga saat orang konter melakukan pendaftaran. Tidak susah kok untuk daftar atau registrasi kartu prabayar. Berikut ini cara:

Untuk pelanggan lama semua operator (Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Tri, dan Smartfren) pelanggan cukup mengikrimkan pesan SMS ke nomor 4444 dengan format: ULANG# (16 digit NIK)#(16 digit nomor KK). 


Bagi pelanggan baru Telkomsel, registrasi dilakukan dengan mengirim SMS ke nomor 4444 dengan format: REG#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Pelanggan baru XL Axiata bisa melakukan registrasi dengan mengirim SMS ke nomor 4444 dengan format: DAFTAR#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Terakhir, untuk pelanggan baru Indosat, Tri, dan Smartfren, format SMS yang dikirim ke 4444 untuk registrasi adalah: (16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Inilah yang bisa saya bagikan untuk sementara ini. Selamat menikmati berkomunikasi dengan gawai Anda.[]

Minggu, 29 Oktober 2017

Menghapus Pesan Terkirim di WhatsApp

Selama menggunakan aplikasi chat di gawai canggih atau smartphone, pasti kita pernah salah kirim pesan. Gak usah malu, tentu kalian semua pernah punya pengalaman itu kan? Nah, sekarang, khusus kalian pengguna Whatsapp, tidak perlu lagi khawatir malu karena salah kirim pesan sebab aplikasi ini telah menyediakan menu ataupun ikon untuk menghapus pesan yang salah kirim itu.

Baru beberapa hari ini saja aplikasi hapus pesan terkirim itu bisa digunakan. Tapi saya tidak tahu apakah ini masih versi beta ataukah memang sudah bisa digunakan. Perlu sedikit saya luruskan, bahwa yang dimaksud menghapus pesan terkirim ini ialah menghapus pesan di tampilan WhatsApp sendiri dan juga nomor WhatsApp tujuan. Artinya, keduanya sama-sama terhapus. Sedangkan fitur untuk menghapus pesan di tempat sendiri, itu mah sudah lama bisa kita gunakan.

Terlepas dari pada itu, ada beberapa syarat agar kamu bisa menggunakan ikon delete pesan di whatsapp itu. 

PERBARUI APLIKASI. Tentu kamu harus memperbaharui aplikasi Whatsapp. Langsung saja buka di Google Play dan carilah Whatsapp. Nantinya akan ada tombol memperbarui. Langsung saja tekan barang itu. Tak perlu lagi lama-lama. (Apabila ternyata aplikasi pembaruan itu tidak bisa diinstas di gawai mu, berarti OS-nya sudah tidak mendukung atau memori sudah sepnuh.


TIDAK LEBIH DARI TUJUH MENIT. Nah, ini adalah syarat penting. WhatsApp hanya membatasi maksimal waktu tujuh menit untuk menghapus pesan yang terkirim. Apabila lebih dari itu, tentu tidak bisa lagi dihapus. Dan, kita harus merelakannya. Mengapa 7 menit? Secara psikologis, biasanya kita akan cepat menyadari kesalahan dalam rentang waktu itu. Bahkan, keragu-raguan juga kerap memakan waktu sekitar lima menitan. Karena itu, apabila ada keraguan sesaat setelah kirim pesan, segerlah cek kembali. Siapa tahu bisa di delete. 

Hanya dua itu saja syarat utamanya untuk bisa memanfaatkan aplikasi hapus pesan terkirim ini. Sedangkan untuk langkah-langkah penghapusannya, ada beberapa tahapan dan tidak sulit alias gampang banget deh. Prosesnya sama kayak mau mau meghapus pesan dari orang lain di tampilan WhatsApp mu.

1. Buka pesan di WhatsApp yang ingin dihapus
2. Tekan dan tahan pesan tersebut

3. Tekan pilihan Delete atau ikon tong sampah

4. Pilih opsi Delete for Me (untuk perseorangan) atau Delete for Every One (untuk menghapus di grup)

Nah menghapus untuk semua orang menjadi fitur baru WhatsApp. Dengan kemampuan ini kita dapat menghapus pesan yang telah dikirim baik di ponsel kita maupun ponsel lawan bicara. Jika berhasil, pesan yang telah dihapus akan digantikan dengan tulisan You deleted this message pada ponsel pengguna, sementara pada ponsel lawan bicara akan tertera pesan This message was deleted. 

Bagi saya, menu seperti ini sangat penting. Karena, apabila kita salah kirim, yang tidak pada penerima yang sebenarnya, maka bisa membuat malu. Coba saja kalian ingat ketika salah kirim, misalnya, menagih hutang. Udah pakai kata-kata dengan huruf tebal, eh…. ternyata salah kirim. Kan malu. 

Nah, kehadiran aplikasi ini tentu akan semakin membuat pengguna WhatsApp semakin dimanjakan. Jangan lupa upgrade Aplikasi WahtAppmu. Okelah. Selamat Mencoba.


Minggu, 22 Oktober 2017

Cara Mengatasi Iklan Pop-up dan Malwere di Browser Chrome


Beberapa hari saya kesal dengan browser yang kerap memunculkan iklan. Parahnya, setiap kali klik apapun di laman yang saya buka, akan munculk iklan dengan membuka tab baru dan terkadang berada di halaman itu juga. Aduh.... inilah yang menggangu kerja-kerjaku. Apakah pembaca juga pernah mengalami hal serupa? Jika pernah, tentu bisa merasakan kekesalan yang rasa rasakan. Jika tidak ataupun belum, maka bersyukurlah.

Karena hal itulah tulisan ini hadir. Bukan hendak menggurui, tapi hanya ingin berbagi pengalaman tentang cara mengatasinya. Siapa tau bermanfaat kala mengalami hal serupa. 

Dari penelusuran saya melalui google, terny
ata hal itu karena ada ada malwere, pop-up tersembunyi dan iklan-iklan yang terpasang sendiri. Sebagai orang awam di bidang teknologi ini, tentu saja harus bertanya pada penciran google. Begitulah yang saya lakukan. Dan mungkin begitu juga Anda menemukan tulisan ini.

Dari sekian banyak hasil pencarian untuk mengatasi hal itu, hanya memilih cara yang berikan oleh google. Dan dari sekian cara itu, berikut inilah langkah-langkahnya;
1. Di komputer atau labtopmu, buka Chrome.
2. Di kanan atas, klik Lainnya Setelan.
3. Di bagian bawah, klik Lanjutan.
4. Di bagian "Setel ulang", klik Setel ulang.
5. Konfirmasi dengan mengklik Setel ulang.

Ternyata hanya begitu saja sudah bisa menghilangkan iklan yang tak kita inginkan itu. Sebenarnya ada banyak hal yang bisa setting di sana, tetapi karena saya malas untuk mengecek lebih jauh, jadi saya hanya menggunakan yang saya perlukan saja. 

Adapun cara lain yang juga bisa diandalkan untuk menghilangkan iklan-iklan dari web yang kita buka, Anda bisa mengintal program adblok yang tersebar di jagat maya itu. Silahkan saja cari sendiri. Saya sendiri tidak terlalu tertarik menggunakan adblok karena iklan adalah penghasilan bagi pemilik web ataupun blok. Ketika saya mengunjungi suatu web ataupun blog yang iklan banyak dan kebangetan, maka saya keluar saja dan tidak melanjutkan membaca konten di dalamnya. Paling tidak hal itu untuk memperingatkan pemiliknya agar tidak serampangan menyusun iklan-iklan di kontennya. 

Apabila Anda sudah melakukan pemblokirn iklan itu, maka berselancar akan kembali normal. Oke.... selamat bersalancar kembali. Gunakan internet untuk hal-hal positif. 


Berharap Ada Voucher Internet Semurah Kartu Perdana



Selama ini banyak pemilik gawai atau smartphone atau handphone memilih gonta-ganti kartu untuk kuota internetnya. Mengapa? Alasannya, harga kartu kuota perdana lebih murah dari pada beli paket langsung. Apalagi, persaingan provider telekomunikasi selalu memberikan kuota besar dengan harga terjangkau. Mana yang lagi promo, maka kartu itulah yang akan dibeli.
Nah, sekarang pemerintah akan mengefektifkan kebijakan registrasi kartu prabayar semua operator tanpa terkecuali. Jika tidak melakukan registrasi ulang atau tidak mendaftarkan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sebanarnya, pemerintah bisa memblokir kartu itu. Informasi itu juga sudah tersebar melalui laman-laman berita daring. Bahkan pemberitahuan telah disiarkan secara berantai dan bertahap ke nomor-nomor yang aktif digunakan. Beberapa teman pun sudah memperlihatkan kegundahan dan kegelisahaannya memalui akun media sosial mereka.
Tentu saja kebijakan itu juga akan merugikan saya selaku owner Kios F21 Batam yang sudah terkenal sebagai pusat kartu perdana internet murah di Batam. Bagaimana tidak, akibat kebijakan itu, saya jadi tidak berani menyediakan stok terlalu banyak, khawatir nantinya kartu itu justru tak bisa dijual. Jangan untung, bisa-bisa malah buntung nih. Namun saya tidak bisa bersikap kerdil melihat kebijakan pemerintah ini karena tentu akan mengganggu kepentingan bisnis saya. Saya yakin upaya pemerintah membatasi pendaftaran kartu prabayar dengan maksimal tiga kartu untuk satu NIK adalah upaya tertib administasi agar tidak terjadi malpraktik terhadap sarana komunikasi itu.
Pernahkah Anda mendapatkan SMS yang bernada penipuan, penawaran judi online, ataupun SMS promosi? Pernahkah Anda mendapatkan telepon yang tidak dikenal, yang mengabarkan sanak saudara kecelakaan atau penemuan barang atau telepon yang sok kenal sok dekat namun ujung-ujungnya minta kirimin pulsa ataupun uang? Inilah sisi negatif dari kemudahan mendapatkan kartu prabayar. Apalagi, promosi yang digelar oleh provider selalu gratis atau lebih murah jika menghubungi ke nomor yang masih satu provider. Maka, jadilah penipu-penipu itu dengan lebih gampang untuk melakukan tindak kejahatan. (Sebenarnya mereka ini kelewat kreatif dengan memaksimalkan sisi negatif.... itu sih pendapat saya sajalah. Hehehehe...)

Kalau dibandingkan dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia, kita memang jauh lebih longgar dalam kebijakan ini. Di negara kita yang tercinta ini, bisa dengan gampang mendapatkan kartu perdana di setiap konter. Provider pun berlomba untuk mencetak kartu perdana sebanyak-banyaknya dengan harapan agar dapat menggaet pelanggan lebih banyak lagi. Nah memang benar, di Indonesia, jumlah pengguna kartu telepon ini lebih banyak [mungkin] tiga kali lipat dari jumlah penduduk. Bagaimana tidak, satu orang saja bisa memiliki dua sampai tiga nomor guna menghindari biaya internet yang lebih tinggi. Kebanyakan, skema untuk memiliki dua atau tiga nomor itu agar lebih murah dalam berkomunikasi. (Alasan lainnya mungkin agar gampang menghindar dari debt collector hehehehe...) Karena longgarnya aturan di Indonesia, kita pun mendapatkan kuntungan sisi positifnya. Artinya, ada plus dan ada minus juga.

Harapan Sebagai Penjual Kartu
Nah, sebagai penjual kartu tentu dong saya punya harapan atau usul untuk semua provider. Kita tahun, hingga saat ini, Telkomsel menduduki posisi provider telekomunikasi termahal untuk paket internet karena promo kuota besarnya hanya berlaku untuk kartu perdana saja. Bayangkan saja 30 GB yang diberikannya kepada pelanggan itu ternyata hanya 7 GB saja yang bisa digunakan normal. Sisanya untuk begadang dan nonton di apalikasi tertentu. Hadeh...... cepek deh. Berbeda dengan kartu lain, khususnya Tri (3), yang dengan harga yang sama bisa mendapatkan kuota 50 GB.
Menurut saya jika provider telekomunikasi masih bisa tetap memanjakan pelanggannya dengan menjual voucher internet. Ini adalah voucher kusus untuk isi ulang. Mengapa? Karena pemerintah sudah membatasi jumlah registrasi untuk satu kartu, maka tentu kita tidak bisa lagi bisa sembarangan memilih kartu internet yang murah dengan kuota besar. Setidaknya, dengan bermain promo melalui voucher, pelanggan setia tatap akan setia menggunakan produkmu.

Kalau dihitung-hitung biaya membuat kartu baru dengan biaya membuat voucher kayaknya sih kurang lebih saja. Bahkan, bisa lebih mudah dengan membuat voucher. Saat ini, satu-satunya provider yang menyediakan kartu isi ulang internet itu hanya Tri (3). Yang lainnya, melakukan penjualan dalam bentuk elektrik. Betul tak?
Tentu saja, saya sebagai penjual kartu internet berharap masih dapat keuntungan seperti menjual kartu perdana. Sebab, kalau hanya berharap dari pengisian pulsa, sangat tidak seberapa. Keuntungan jualan pulsa itu per transaksi, bukan per nominal. Jika pelanggan nanti isi pulsa nominal Rp 100 ribu, keuntungan saya pun sama dengan nominal yang Rp 10 ribu. Maka dari itu, saya berharap ada gebrakan dari provider untuk obral promo paket internet dengan voucher. 
Itu setidaknya usulan saya. Setuju atau tidak setuju, gak usah dibawa ke meja rapat pleno DPR lah..... Kalau setuju, silahkan share tulisan ini. Kalaupun tidak setuju, share jugalah sembil menuliskan komentar atau ide lainnya di kolom komentar. 
Oke. Selamat berbahagia dengan kebijakan baru pemerintah.




Sabtu, 21 Oktober 2017

Tips dan Trik Mengganti Password Modem Bolt 4G

Yang masih setia menggunakan model Bolt 4G tentu sudah paham cara mereset passwordnya. Namun siapa tahu ada pengguna yang lupa dan atau memang pengguna baru yang belum tahu. Maka ikutilah langkah-langkah sebagaimana akan saya jelaskan di bawah ini.
Beginilah kira-kira penampakannya nanti. Tapi baca dulu tahapan demi tahapan biar lebih mudah paham

Sebelumnya, perlu Anda ketahui, Bolt 4G mengeluarkan produk berupa MI-Fi. Sewaktu awal-awal produk ini dikenalkan, promosinya sangat gencar sekali dan jaringannya memang joss. Sekarang promosinya kurang dan penggunanya pun tanpaknya bergkurang. Namun jaringannya (khususnya di Batam) masih joss juga. Yang tidak kalah penting ialah Modem Bolt 4G ini hanya digunakan modemnya saja. Artinya, tidak lagi memakai kartu Bolt. Bersyukurlah kita bila mendapatkan modem Bolt 4G yang tidak terkunci sehingga bisa menggunakan kartu internet lain. Maklum lah, sekarang ini provider kartu internet berlomba menyajikan kuota jumbo dengan harga murah (cek saja di Kios F21 Batam).
Oke. Back to the topic. Agar jaringanmu tidak tercecer di mana-mana, maka perlu menguatkan password model Bolt kalian. Apalagi yang belinya seken, maka hukumnya wajib mengganti password. Inilah langkah-langkah menggantinya:

1. Langkah pertama sambungkan Modem Bolt 4G anda ke komputer atau smarthphone
2. Lalu klik link berikut http://192.168.1.1 (tenang saja, ini bukan link virus)

Ini penampakan awalnya dan Anda cukup menuliskan kata sandi atau password "admin" saja

3. masukkan password default: admin
4. Selanjutnya, pilih setting pada menu yang berada di kanan atas
5. Kemudian ganti nama hotspot dan password sesuai keinginan anda
Ini gambaran tiga langkah terakhir. Ikuti saja sesuai nomor panduan dan nomor yang tertera di gambar. Beres deh...

6. Lantas tekan apply

Saran saya, sebaiknya mencobanya menggunakan komputer saja. Jangan menggunakan gawai atau smartphone karena agak lelet.

Sekian dulu untuk bagian ini. Mudah-mudahan di lain waktu bisa berbagi lagi. 

Silahkan komen saja bila ada hal yang disampaikan.

Rabu, 04 Oktober 2017

Benarkah Agama itu Sebagai Candu?


Ini adalah tulisan lama saya yang sudah pernah diterbikan oleh Ruang Baca (suplemen tabloid buku yang diterbitkan oleh Koran Tempo) sekitar 2003 silam. Saya beruntung karena masih bisa menukan tulisan ini bertebaran di berbagai blog. Sebab itu, tulisan ini saya posting kembali di blog ini sebagai dokumentasi sekaligus, walau saya punya dokumen aslinya. Nah kebetulan, term itu selalu hangat dalam setiap diskusi. Maka, silahkan simak resensi saya atas buku yang berjudul Agama Bukan Candu karya Eko Darmawan ini. Judul asli resensi ini ialah Perspektif Lain Agama Sebagai Candu. Dan berikut tulisan tersebut. 

Aforisme Marx yang cukup terkenal prihal agama ialah “agama adalah candu dari masyarakat” (It [Religion] is the opium of the people). Sebenarnya, Marx tidak banyak menulis tentang agama sebagai ideologi, melainkan ia melihat dari perspektif sosio historiografis masyarakat yang menjadikan agama sebagai praktik pembenaran sepihak tanpa implementasi lebih lanjut dalam praktik kehidupan. Kumpulan tulisan Marx dalam buku Marx Tentang Agama (Teraju, 2003) menjelaskan hal demikian itu. Dan aforisme diatas tak lain adalah penggalan kalimat dari sekian kalimat yang membahas hakekat manusia ditengah kapitalisme kehidupan, dimana peran agama selalu menjadi pertanyaan.

Dikarenakan aforime Marx merupakan satu kalimat yang tidak berdiri sendiri, maka tak jarang bila kemudian terjadi interpretasi yang berbeda-beda. Marx bukanlah satu-satunya orang yang diangap anti agama dan anti tuhan (ateis), masih bayak pemikir lain, terutama yang beraliran materialisme, mendapat perlakuan sama. Misalnya Ludwig Feuerbach dan Tan Malaka. Ketiga tokoh inilah yang menjadi kajian dalam buku ini.
Eko P. Damawan mempunyai perspektif lain dari kebanyakan orang dalam memahami pemikiran tiga tokoh ini. Baginya, Kritik sekaligus pemahaman tiga tokoh tersebut terhadap agama adalah upaya membangun spritualitas keagamaan manusia yang terjewantahkan dalam laku kehidupan konkrit. Agama diturunkan agar manusia tumbuh dan berkembang menjadi Manusia-manusia Besar, bukan menjadi manusia- manisia kecil yanghanya puas dengan kesuksesan-kesuksesannya sendiri. Menjadi Manusia Besar artinya menjadi manusia yang bejiwa, dan berpikiran dan berperasaan semesta.(hlm.23) 
Relevansi kritik tersebut, seperti yang digambar Darmawan, dapat dilihat dari cara keberangamaan saat ini yang lebih dekat dengan modus yang bereksistensi borjuis–kapitalistik ketimbang dengan modus yang bereksistensi religius secara sosio-hostoris. Ketika kesuksesan dunia dan akhirat diartikan sebagai kesuksesan ekonomis dan sosial di dunia dan kesuksesan mendapatkan surga di akhirat, maka agama tak ubahnya seperti jual beli dalam merebutkan kavling surga. Lantas hubungan antara Tuhan dengan orang beragama tak ubahnya hubungan pedangan dan calon konsumen. Surga kemudian digambarkan secara pasif; sebagai tempat bersenang-senang, tempat dimana segala keinginan manusia dipuaskan.
Ironisnya lagi bila para pembasar atau elit agama, yang kebanyakan sukses secara ekonomi dan sosial, bersikap pasif terhadap kezalamin yang sering tampak dengan pernyataan, misalnya, bahwa Tuhan Maha Adil, Tuhan Maha Tahu, dan Tuhan Maha Bijaksana, dan sebagainya. Kemudian setelah itu membiarkan saja, tanpa upaya realistis. Jika demikian agama hanya menjadi milik kaum elit, dan agama tidak memihak kaum proletar. Pemahaman teosentrisme seperti diatas, menurut Darmawan jelas menunjukkan wajah egosentrisme agama. Agama hanya diartikan sebagai urusan spiritual ukhrawiah, dan urusan duniawi tidak mempunyai sangkut paut dengan agama. Yang demikian inilah yang menjadi kritik pedas, terutama oleh tiga tokoh yang dijadikan kajian dalam buku ini. 
Kritik paling pedas yang dilontarkan Feuerbach tentang agama dari hasil penelusuran Darmawan dari buku The Essence of Christianity-nya adalah ajaran teosentrisme agama. Baginya, Agama bukanlah tentang Tuhan yang sewenang-wenang menyuruh manusia untuk patuh pada-Nya, namun tentang pulihnya kesadaran dalam diri manusia tentang perjalanan hidupnya, dari mahluk yang terperangkap dari batas-batas ruang dan waktu menjadi mahluk yang mensemesta. Maka Feuerbach memaknai agama sebagai ajaran antroposentrisme. Jadi, misi agama adalah tentang bagaimana manusia turut mengisi atau membentuk eksistensinya secara konkrit di alam raya ini.
Realitas material yang ada dihadapan manusia bukanlah sesuatu yang harus dikontraskan dengan Tuhan. Kebenaran manusia bukanlah kebenaran yang bersifat abstrak, namun adalah kebenaran yang bersifat material, kebenaran yang bisa dirasakan secara bersama oleh sesama manusia. Secara tak langsung Feuerbach mengatakan bahwa untuk membumikan agama manusia harus menunjukkan dengan prilaku konkrit. Senada dengan itu, kritikan Marx, menurut Darmawan adalah kritik terhadap cara-cara empiris manusia menjalankan keberagamaannya. makna “candu” yang dimaksud Marx bukanlah sebagai surga bayangan, surga yang tidak riil, surga tidak konkrit melainkan sebagai gambaran hakikat mengenai apakah agama itu. 
Agama adalah impian dan harapan akan kehidupan surgawi, namun kehidupan surgawi itu bukanlah surgawi didunia ini melainkan di sana. Akan tetapi, bila hidup terus-menerus mencandu, maka secara tak langsung telah melupakan dunia sekitar, dunia dalam bermasyarakat. Marx mengajak manusia untuk mentransformasikan agama menjadi apa yang biasa disebut religiusitas. Agama butuh otoritas eksternal, sementara religiusitas menggali kearifan dalam diri sendiri. 
Agama membayangkan alam dan kebahagian surgawi di sana, sementara religiusitas membangun alam dan kebahagian surgawi di sini, di dunia konkrit ini.(hlm.182) Apalagi bila agama hanya diidentikkan dengan keghaiban. Tan Malaka—dengan Madilog-nya—adalah salah seorang yang mengkritik logika mistik. Ia, seperti yang disimpulkan darmawan, berpendapat bahwa inti ajaran agama bukanlah pada kegaiban, yakni pengharapan surga dan neraka. Seharusnya dengan berkembangangnya kemampuan akal budi manusia, beragama tidak lagi didasarkan pada–kenikmatan–surga dan–kesengsaraan–neraka. Kata Tan Malaka; “Jadi teranglah sudah, bahwa lemah tegunya iman itu tiadalah semata-mata bergantung pada ketakutan dan pengharapan sesudah kiamat. Jangan dilupakan, bahwa perkara vital yang menentukan lemah teguhnya iman adalah masyarakat kita sendiri”.
Seperti halnya Marx, menurut penulis, Tan Malaka juga mengkritik penjungkirbalikan agama. Yakni, ajaran keghaiban yang pada awalnya sebagai iming-iming agar manusia mengikuti ajaran Nabi, namun sekarang diletakkan sebagai yang utama, yang inti. Kritisime demikian inilah yang seringkali berakhir dengan pengecapan sebagai anti agama, kafir, murtad dan ateis (anti Tuhan). 
Menariknya buku ini adalah penyertaan data (referensi) yang dilakukan penulisnya. Hal ini menunjukkan keseriusan kajian yang dilakukan. Misalnya sistematisasi prihal keberagamaan menurut pandangan umum dan menurut Marx dan Feuerbach. Pertama, mengenai orientasi dan tujuan. Dalam pandangan umum, keberagamaan bertujuan mendapatkan surga dan berlimpahan rizki dari Tuhan, sedang dalam Marx dan Feuerbach bertujuan mengembangkan esensi manusia (akal, budi, kemauan, dan perasaan) sehingga mensemesta dalam kebersamaan. Kedua, mengenai aktivitas utama. Menurut pandangan umum aktivitas utama beragama adalah ibadah, sedangkan menurut Marx dan Feuerbach adalah bekerja sama membangun dunia yang lebih mulia. Dan ketiga, mengenai produk masyarakat yang diciptakan. Menurut pandangan umum ialah masyarakat secara pribadi taat beribadah, namun secara sosio- historis sibuk dengan cita-cita dan gaya hidup yang pasif dan konsumtif mereka (masyarkat borjuis), sedangkan menurut Marx dan Feuerbach ialah masyarakat yang terdiri manusia-manusia besar yang kemauan, pikiran, dan perasaannya berkembang mensemesta, merasa satu dengan semesta.

Abd. Rahman Mawazi, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, alumnus
PP. Badridduja Kraksaan-Probolinggo.

Rabu, 06 September 2017

Fenomena Lowongan CPNS 2017 dan Link Formasinya

Layar monitor berita di kantor tempat saya bekerja menunjukan angka yang fantastis untuk pembaca berita penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017. Berita-berita perihal CPNS ini selalu menempati urutan lima besar. Tentu saja itu berdampak pada tingginya trafik pengunjung laman web Tribun Batam di banding hari-hari biasanya.
Contoh Tampilan Laman Web Penerimaan CPNS 2017

Informasi lowongoan CPNS kali ini merupakan tahap kedua setelah sebelumnya pemerintah melalui Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) telah melakukan pembukaan lowongan. Namun, jumlah formasi yang dibutuhkan tidak banyak karena hanya beberapa lembaga negara saja. Terbanyak ialah dari kementerian Hukum dan HAM yang memiliki direktrot banyak di bawahnya.

Pada pengumuman lowongan formasi CPNS tahap kedua ini, jumlahnya lebih banyak, baik dari jumlah kementerian, lembaga, dan institusi pemerintahan lainnya, maupun jumlah formasi yang akan dibuka. Maka, wajar saja apabila warga menanggapi informasi itu dengan cepat karena ingin tahu lebih lanjut perihal formasi-formasi yang di butuhkan. Namun, dari sekian banyak itu, hanya satu saja kuota pemerintah daerah, yakni untuk pemerintah provinsi Kalimantan Utaran (Kaltara), provinsi termuda di Indonesia.

Dari sejumlah pembaca atau pencari informasi perihal lowongan di CPNS ini justru yang terbanyak datang dari pegawai honorer itu sendiri. Kesimpulan perihal ini saya ambil dari beberapa pengalaman sebelumnya, bahwa tidak sedikit honorer yang justru paling antusias  ingin segera mendapatkan status sebagai Aparatur Sipul Negara (ASN) ataupun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kemudian urutan pembaca kedua, lagi-lagi ini juga hanya asumsi dari pengamatan sebelumnya, adalah kalangan mahasiswa yang baru lulus. Sangat wajar saja bila para sarjana muda ingin menjadi PNS karena sebagian besar pekerjaan itu memang diimpikan oleh warga Indonesia.

Ya, menjadi PNS itu bisa jadi sebuah cita-cita. Mengapa? Alasan ini yang agak sulit untuk dituangkan dalam tulis dan juga sulit untuk dijelaskan secara lisan karena biasanya memiliki tendensi subyektifitas yang tinggi.  Okelah. Saya akan tetap menyebutkan beberapa alasan itu sebagai opini pribadi saya.

1. Generasi millenial tua (1980-an) masih dibayang-bayangi oleh pengalaman masa lalu perihal kehidupan seorang pegawai negeri yang terlihat begitu sejahtera. Setidaknya, hal itu bisa diambil contoh dari beberapa pegawai negeri yang ada di lingkungannya. Hingga saat ini, pegawai negeri itu selalu terlihat lebih sejahtera secara ekonomi. Bahkan, untuk urusan di perbankan (lebih tepatnya soal kredit barang lah), mereka akan mendapatkan kemudahan. Alasan lainnya, pensiunan dari pegawai negeri ini pun terlihat nyaman dan sejahtera di hari tuanya. Kondisi ini tentu merangsang generasi millenial tua ini untuk mencoba peraduan nasib dengan mendaftar PNS.  Apalagi, dorongan dari orang tuanya pun kerap untuk menganjurkan mencoba mendaftar. Artinya, ada sebuah gengsi ketika menjadi seorang pegawai. hehehehe

2. Kondisi ekonomi yang sedang merosot saat ini juga menjadi faktor lain. Saat ini banyak lulusan sarjana yang justru bekerja tidak memiliki kesempatan yang lebih leluasa. Kalau pun ada, gaji seorang sarjana di perusahaan swasta bisa dibilang sama dengan pekerja lain yang lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Alasan ini yang kerap digunakan oleh pemerhati ataupun motivator dengan mengatakan, “kemampuan adalah tolok ukur dalam bekerja, bukan ijazah.”
Saya bahkan memiliki seorang teman yang lulusan magister (S2) bekerja sebagai cleaning service (CS) karena gaji seorang lebih besar daripada gaji pada pekerjaan yang dilamarnya menggunakan ijazah S2 itu. Menurut kawan saya itu, alasan dia memilih menjadi CS itu karena menurut dia, “bekerja untuk mencari penghasilan, bukan mencari pekerjaan.” Wow... kalimat itu meluluhkan saya. Kalau hanya pekerjaan, kata dia, ada banyak tetapi penghasilannya belum tentu ada atau sesuai harapannya. Sedangkan sebagai CS ia mendapatkan upah sesuai UMK.

3. Aji mumpung mungkin menjadi alasan terakhir ketika memilih untuk melamar menjadi CPNS. Mengapa? Nah, ini dia yang agak menarik. Nasib orang memang tidak dapat ditebak. Sudah beberapa tahun pemerintah tidak membuka lowongan untuk CPNS ini atau moratorium dengan alasan akan mengkaji kebutuhan riil supaya tidak membenani anggaran negara. Wajar sajalah apabila selama bertahun-tahun ini banyak tidak lagi mengharapkan untuk menjadi PNS. Namun, ketika kran itu dibuka, mereka mencoba untuk mengadukan nasibnya. Inilah aji mumpung. Siapa tahu diterima. Kalaupun tidak diterima, setidaknya sudah pernah ataupun memiliki pengalaman bekerja di sektor swasta.


Setidaknya itu sajalah catatan fenomena lowongan CPNS 2017 yang begitu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia. Semoga saja yang mendaftar bisa diterima, wabilkhusus bagi mereka yang ngebet bercita-cita menjadi seorang pegawai negeri. Dan berikut adalah link untuk formasi CPNS yang dibuka oleh pemerintah. Silahkan saja klik link di sini.

Sabtu, 19 Agustus 2017

Cara Mengindentifikasi Lapak Online Palsu di Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada dan Lainnya


Pernahkah Anda tertipu dari transaksi jual beli online? Jika pernah. Silahkan berbagi informasi di kolom komentar. Jika Anda belum tertipu, silahkan simak tulisan ini agar jangan tertipu. Belajar dari pengalaman diri sendiri dan orang lain untuk lebih baik. Ah... Serupa itulah kiranya kalimat bijaksana yang sering kita dengar.
Pada artikel kali ini, saya ingin berbagi cerita perihal lapak-lapak yang “diduga penipu” di marketplace ternama di Indonesia; Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak dan lainnya. Situs yang saya sebutkan itu memang bersaing untuk menjadi tempat belanja online masyarakat Indonesia serta berupaya menjemput pelapak sebanyak mungkin. Kebetulan saya dan beberapa teman termasuk sering berselancar mencari barang melalui marketplace itu. Beberapa hari lalu, saya sedang mencari beberapa produk elektronik melalui marketplace juga. Namun, saya mendapati kejanggalan pada beberapa toko. Hal ini sudah sering saya jumpai setiap kali melakukan perburuan barang di marketplace. Itulah mengapa saya ingin berbagi kisah dan kiat terhindar dari pelapak palsu itu.
Sering kita dengar, marketplace tersebut merupakan tempat transaksi online yang aman. Tidak sedikit pula pembeli memilih menjadikannya sebagai tempat transaksi walaupun belanjanya dengan cara komunikasi langsung. Ops.... mungkin kamu bertanya, apa iya bisa ada penipuan di situ? Bukankah marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak dan lainnya lebih aman? Oh... tunggu dulu. Yang namanya penipuan itu bisa terjadi di mana saja. Para penipupun berakal panjang untuk menjerat korbannya.
Kita percaya bahwa aturan yang diterapkan di marketplace, seperti yang telah saya sebutkan itu, sangat ketat dan aman. Seorang teman pernah bertransaksi melalui salah satunya. Ketika itu, ia membeli beberapa item barang. Namun, setalah barang diterima, ada beberapa item yang tidak ada. Setelah dikonfirmasi ke admin marketplace, memang diketahui bahwa penjual tidak menyertakan barang itu. Akhirnya uang dia dikembalikan senilai barang yang tidak terkirim dan ia pun mendapatkan voucher belanja senilainya, sebagai kompensasi. Itulah gambaran betapa ketatnya aturan di marketplace itu. Ada juga teman saya yang, untuk bayar tagihan listrik saja, menggunakannya karena bebas biaya administrasilah, lebih gampanglah, kejar poinlah, dan macam-macam alasannya.
Seketat-ketatnya aturan, tetap ada celah bagi para penipu. Dan para penipu ini adalah “orang pintar”, bahkan termasuk “orang nekat”. Para penipu yang mahir didunia cyber, mungkin bisa mengalihkan IP Address. Penipu yang mahir dalam komunikasi, mungkin akan menuliskan kata dan kalimat yang memikat. Nah, kitalah yang harus bijak menentukan.  
Untuk mengindentifasi lapak-lapak penipu di marketplace terbilang gampang-gampang susah. Di bilang gampang, karena mungkin kita telah mengetahui karakteristik lapak atau toko, maupun produk-produk yang dipajang di etalasenya. Di bilang susah, karena harga yang diberikan betul-betul menggiurkan. Bagi orang yang “kebelet” ingin punya produk premium dengan harga murah, maka akan gampang terpedaya oleh model yang begini. Ciri-ciri toko atau lapak penipu ini biasa meliputi beberapa hal.

Jika sedang berselancar di salah satu marketpalce melalui kolom pencarian, kita akan digiring pada produk yang paling dekat dengan kata kunci. Misalnya, kita memasukkan S7 Edge. Maka produk yang terkait akan keluar. Nah, di sanalah kita akan mendapati perbedaan harga dari setiap penawaran toko. Harga murah dan termurah dari yang tampil, biasanya akan menjadi pilihan pertama untuk kita klik. Nah... Penipu biasanya memanfaatkan kondisi ini untuk memikat calon korbannya.
Lapak atau toko di marketplace akan selalu mencantumkan spesifikasi produk sebaik mungkin. Kateranga itu pun dibuat detail namun tidak panjang. Informasi yang cukup, biasanya akan menarik minat pembeli. Namun di lapak gadungan, biasanya informasi itu dimulai dengan klaim. Klaim terhadap pelayanan terbaik dan harga termurah. Di sepanjang keterangannya itu, nanti akan ada model atau tipe produk-produk lain yang juga disebutkan bersamaan dengan daftar panjang.
Mengapa dibuat keterangan begitu? Karena biasanya, kita cendrung abai dengan bahasa keterangan yang atas sehingga akan memperhatikan daftar harga produk lain yang dibuat. Padahal, kalau dicermati, dari pengalaman saya, tidak sedikit keterangan itu yang dikopi paste dari keterangan orang lain. Bahkan, ada yang diterjemahkan melalui perangkat.
Sedangkan pada keterangan yang pendek, biasanya akan dipasang keterangan barang seadanya. Lalu ia akan mengarahkan untuk berkomunikasi langsung via chat ataupun aplikasi sosial media, entah itu whatsapp, BBM, Messenger, BeTalk, WeChat, dan lainnya.  Intiny, pelapak gadungan itu akan mengarahkan ke sana.

Periksalah penilaian ataupun komentar di bagian kolom-kolom yang telah tersedia pada setiap produk. Setelah dua indikasi terpenuhi, dan jika tidak ada penilaian, sudah sepatutnya untuk curiga. Jika tidak ada komentar atau ada komentar yang jawabannya agak kurang memuaskan, patut juga dicurigai. Biasanya, ketika chat di kolom yang tersedia, pelapak akan mengarahkan untuk menghubunginya melalui chat di luar yang disediakan oleh marketplace itu.
Aduh... saya bawa-bawa pula kata “bayi”. Maafkanlah saya. Itu hanya perumpamaan saja. Saya ingin mengatakan, bahwa toko atau lapak gadungan yang bertebaran di marketplace itu kebanyakan umurnya baru berbilang minggu. Jarang sekali saya menemukan yang berumur sampai dua bulan. Saya menduga ada beberapa sebab. Pertama, toko-toko yang diindikasi penipu dihapus oleh admin marketplace setelah ada laporan dari calon pembeli. Kedua, mungkin sengaja dihapus oleh si pembuka lapak itu sendiri ketika sudah berhasil mendapatkan korban. Bayangkan saja, kalau dari toko yang dia bina itu dapat transaksi senilai Rp 2 juta, kan lumayan.

Setelah kita lihat profil dari toko atau lapak itu, maka akan terlihat juga daftar produk dan item jualannya. Yang saya temukan, toko-toko yang diduga penipu ini biasanya telah memiliki puluhan bahkan ratusan produk dalam toko online itu. Sepintas, hal itu akan memberikan kesan bahwa toko ini memiliki banyak barang, toko itu toko yang “profesional”, toko itu sudah berpengalaman, dan lainnya. Namun anehnya, produk yang terlihat di kolom gambar itu cendrung sama. Paling ada sekitar lima atau tidak sampai 10 item. Baik foto, judul, dan keterangannya pun sama. Itulah trik mereka untuk mengelabui.

Setidaknya itulah ciri-ciri untuk mengidentifikasi toko atau lapak penipu yang tersebar di marketplace. Dari ribuan hingga puluhan ribu pelapak online di marketplace, mungkin tidak banyak penipunya. Namun, jangan sampai kita pula yang menjadi korbannya. Mudah-mudah kita semua semakin cermat dalam berbelanja online di era digital ini. Semoga saja tulisan singkat ini bermanfaat.

Catatan: Tolong jangan diviralkan. Nanti para pelapak penipu tersinggung. hehehehehe

Tunggu tulisan lanjutan perihal kiat berbelanja online, termasuk memilih lapak-lapak terpercaya.