Monday, December 25, 2017

Menulis dan Titik Kisar Perjalanan Hidupku

Ketika pengumuman itu disebar oleh teman-teman melalui grup di aplikasi WhatsApp, tentu saja membuatku penasaran. Itulah waktu yang ditunggu-tunggu. Pengumuman akhir dari seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dag dig dug juga dibuatnya. Sebab, jaringan internet di gawai ku sedang kurang bersahabat.

Gaya bebas
Riuh di grup yang hanya beranggotakan sembilan warganet itu pun tak dapat dihindari. Sedangkan aku, yang sudah membuka laptop untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, tak juga berhasil mengakses pengumuman itu. Beruntunglah, akhirnya ada juga yang membagikan hasilnya di grup . Selamat buat yang lulus.


Pendek kata, ada namaku tertera sebagai calon yang dinyatakan lulus itu. Itu tahapan akhir dari tiga rangkaian seleksi, dari seleksi tertulis hingga seleksi kemampuan bidang; wawancara dan micro teaching. Kulalui tahapan itu di tengah kesibukan kerja yang tidak lagi bisa mengambil cuti karena sudah kupakai pada keperluan-keperluan lain sebelumnya.

Ya, gembira dengan kabar kelulusan itu tentu saja bukan hanya diriku, tetapi juga istriku dan ibunda. Keduanya adalah yang paling memberikan spirit untuk ikut seleksi itu. Dan yang tidak kalah penting adalah sahabat, teman, kawan, dan karib yang memberikan motivasi dan pertimbangannya.

Seketika itu juga, istriku menjadi orang yang tersibuk. Ia yang berada di Probolinggo harus pontang-panting mendapatkan legalisir ijazahku karena waktu pengumpulan berkas begitu singkat. Pengumuman itu keluar Jumat, dan Rabu seluruh berkas harus sudah diserahkan.

Selama mengumpulkan berkas-berkas penting itu, aku begitu merasakan betapa pentingnya arsipasi dan dokumentasi dari beberapa kegiatan. Mungkin diriku masih termasuk orang setengah beruntung karena sebagian arsip pribadi masih kumiliki. Namun, karena sedari awal tak terbayang akan beralih profesi dari jurnalis ke bidang lainnya dan tak terbayang pula begitu banyaknya berkas yang dibutuhkan untuk menjadi CPNS, maka tentu saja masih ada yang tercecer.

Meminjam istilah Prof. Syafi’i Ma’arif, inilah titik kisar bagian perjalanan hidupku. Di usia yang mendekati batas akhir untuk ikut selesksi CPNS itu, tentu hal itu menjadi fregmen baru dalam sejarah. Setiap manusia memiliki titik kisar itu. Dan terserah mau di baginya menjadi berapa bagian dari tonggak penting dalam sejarah diri, saya yakin setiap manusia memilikinya.


Tonggak penting sejarah itu bukan sesuatu yang kebetulan dan serta merta. Di sana, ada sebuah proses, ikhtiar, daya upaya, yang mengarah pada terciptanya titik kisar itu. Misal, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, melakukan hijrah ke Madinah setelah proses menyampaikan risalah kepada kaum di Mekah, lalu peristiwa itu dijadikan sebagai tonggak sejarah tahun hijriah. Contoh lain, kemerdekaan Indonesia bukankan serta merta didapat begitu saja, melainkan dengan iktiar keras (jihad) melawan penjajahan, lalu menjadi titik kisar penting dalam sejarah Indonesia.

Setidaknya, di pengujung 2017 dan pengumuman CPNS itu telah menjadi titik kisar perjalan hidupnya karena pengumuman itu akan mengubah beberapa hal yang telah menjadi bagian dari rutinas. Dari bidang profesi jurnalis ke bidang akademis. Dari Batam harus berhijrah ke Bintan atau Tanjungpinang.

Satu yang masih sama, aktifitas menulis. Kegiatan ini sudah lama kujalani dan bahkan pernah menjadi wakil dari Sekolah Dasar (SD) untuk lomba menulis cerita pendek kala kegiatan pekan olah raga dan seni (Porseni) kala itu walaupun sebagai pemain cadangan sebab ternyata hanya tidak terbagi kategori putra dan puteri, melainkan hanya satu perwakilan. Sedangkan saat sekolah menengah, kegiatan tulis menulis dilanjutkan dengan menyadur cerita ataupun menulis ulang untuk ditempelkan di majalan dinding. Produktifitas menulis itu tumbuh subur ketika di bangku kuliah.

Maka, sengaja kutinggalkan jejak melalui tulisan ini agar mudah bagiku untuk tetap mengenang dan mengingatnya. Ini bukan soal sok pamer dan sok hebat, tetapi sekadar mengingatkan titik kisar perjalan hidupku dan berbagi kata-kata yang mungkin bermanfaat. Sebab, menurut dugaanku, kegemaran inilah yang mengantarkannya ke titik kisar perjalan hidupku di awal 2018. []

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Post a Comment