Snorkeling di Pulau Petong, Mengapa Tidak? (1)

Pulau Petong ini berada di sisi selatan Batam. Lebih kurang perjalanan satu setengah jam dari titik keberangkatan kami di Kepri Mall hingga sampai di jembatan enam. Tentu saja, kita akan melewati jambatan satu Barelang yang telah menjadi ikon Batam.

Rasakan Sejuk Air Gunung Daik di Resun

Air terjun Resun, begitu nama yang dilebelkan untuk air terjun yang terletak di desa Resun itu. Airnya mengalir dari pengunungan di tanah Lingga. Air terjun Resun ialah satu di antara sekian banyak aliran air terjun dari gunung Daik.

Kampung Boyan di Dabo Singkep

Para perantau ini seringkali meninggalkan jejak berupa nama kampung, yakni Kampung Boyan. Nah, itulah yang menjadi pijakan, tradisi rantau warga Bawean memiliki jejak, baik berupa nama maupun tradisi. Di Dabo Singkep, terdapat juga sebuah kampung bernama Kampung Boyan.

Menikmati Keindahan Masjid Agung Natuna

Masjid ini memang megah. Bahkan termegah yang ada di Kepri. Sebab itu, masjid ini selalu terlihat sangat cantik dari berbagai sisinya. Anda bisa mencari berbagai foto menarik masjid ini di internet. Saya sungguh kagum.

Puasa dan Pembebasan Sosial

Puasa mempunyai konteks tanggungjawab pribadi dan juga tanggungjawab sosial. Karenanya, dalam berpuasa, disamping mewujudkan kesalehan vertikal kepada Allah, juga untuk mewujudkan kesalehan herisontal kepada sesama manusia dan mahluk Allah.

Sunday, July 29, 2018

Menulis Skripsi atau Tesis Jadi Gampang dengan Google Cendekia


Yang pertama kali disuruh oleh dosen saat mengajukan judul itu ialah mencari yang belum pernah diteliti oleh orang. Wow... karen yaa. Itulah memang tujuan penelitian ilmiah, yakni membahas hal yang belum pernah dibahas oleh orang lain.

Nah sekarang, yang menjadi pertanyaan, apakah penelitian kita itu memang sesuatu yang baru? Kalau hanya lokasi penelitiannya yang berbeda, berarti tema besarnya kan masih sama. Itu tidak baru. Kalau temanya belum pernah ada yang meneliti, itulah yang betul-betul baru. Kembali pada pertanyaan di atas, sebenarnya tidak ada yang betul-betul baru dalam penelitian ilmiah. Kebaruan itu justru dihasilkan dari penelitian. Sebab itulah pentingnya karya ilmiah.
Kalau kamu tidak percaya, masukkan saja judul penelitianmu pada google cendekia. Ini urlnya scholar.google.co.id. klik saja itu, nanti tuliskan judulmu pada kolom pencirian. Jeng jeng....
Berapa banyak judul penelitian orang lain yang sama dengan judulmu? Pasti banyak sekali. Itu tandanya bahwa judul skripsimu itu juga pernah diteliti oleh orang. Nah, unsur yang beda sedikit itulah sebagi alasan untuk penelitian atau menulis skripsi.
Dari sekian banyak judul penelitian itu, maka manfaatkan lah sebagai referensimu. Lho.... kok bisa. Ya bisa lah, justru itulah yang bagus. Penelitian itu semestinya juga menampilkan hasil penelitian terbaru. Jadi, judul yang mirip dengan yang kamu temukan di Google Cendekia itu kamu jadikan juga telaah pustaka dan juga nanti sebagai referensi. Ingat lho ya.... sebagai referensi, bukan di-copy lalu di-paste di file kerjamu. Kalau itu yg kamu lakukan, itu bisa disebut plagiat. Bacalah referensi itu, kutip atau rujuklah referensi yang tersedia di sana.
Terus bagaimana buat footnote atau daftar pustaka dari Google Cendekia? Sebaiknya baca lagi pedoman penulisan skripsi dari kampusmu karena setiap kampus punya standar yang berbeda.
Ya, ternyata harus dowload file PDF-nya, dan sebagian malah ada yang tak bisa dibuka dan download?! Begitulah kira-kira keluhan yang sering muncul. Gini aja lah, kan yang mirip banyak, carilah file yang lain lagi. Jangan menyerah.

Bonus Referensi dari Google Book
Satu lagi, karena anak zaman now sudah jarang buka buku cetak, maka inilah tips dan triknya merujuk buku di internet. Buka lah Google Book. Cari saja di laman embah Google dengan kata kunci Google book, pasti keluar deh. Langsung saja kamu klik.
Setelah kamu masuk ke lamannya, kamu carilah tema yang kamu inginkan. Biasanya, di Google Cendekia juga akan keluar referensi dari Google Book. Biasanya juga, tulisannya warna hitam saja dan tak bisa di klik. Nah, caranya, coba saja kamu copi judul itu, lalu paste-kan di pencarian google book.
Nah, jika beruntung, kamu akan mendapatkan buku-buku referensi dengan status bebas akses. Dan jika belum beruntung, mungkin kamu akan mendapatkan yang bisa diakses terbatas atau bahkan tidak ada file bukunya di sana—selain judulnya doang.
Kira-kira itu dululah ya... kalau masih belum mau cari tips dan kiat untuk skripsi, tesis dan karya ilmiah lainnya, silahkan saja buka klik link di bawah ini.

Monday, July 9, 2018

Menyelesaikan Skripsi itu Gampang. Ini Obatnya


Setelah menemukan judul dan membuat proposal, tentu kita akan menulis pada bab-bab selanjutnya. Ya, kita tahu menulis itu tidak gampang. Dan kendala yang paling utama ialah tak pernah merealisasikan ide. Faktornya ada banyak,

  • ·         yang paling dominan adalah malas dan menyerah,
  • ·         tidak bisa membagi waktu untuk skripsi,
  • ·         Menunda-menunda menemui dosen pembimbing



Silahkan identifikasikan dirimu berada pada posisi yang mana.
Nah, sebelum jauh membahas tentang skripsi, saya akan bertanya lagi, apakah skripsi itu penting untuk Anda?
Jika tidak penting, abaikan saja skripsi itu. Lantas jangan pernah lagi meletakkan impian yang membutuhkan titel sarjana, seperti daftar CPNS, naik pangkat/golongan, apalagi punya jabatan bagus.
Jika penting, maka yang perlu dilakukan adalah segera buka kembali file skripsimu.
Buka saja dulu. Tak perlu pusing-pusing tuk menulis ataupun mengedit. Baca sajalah bagian demi bagian yang telah dituangkan dalam file itu. Baca dan baca lagi dan jangan bosan.
Setelah itu, temuilah dosen pembimbing skripsimu dengan membawa bagian yang sudah dicetak (diprin) lalu minta koreksi dan masukannya. Setelah itu, jangan tinggalkan lagi skripsi mu karena alasan-alasan. Segera buka file skripsi, dan lakukan perlahan masukan demi masukan dari dosen pembimbing.
Ehem.... mengapa kok harus begitu? Terkadang, kebingungan dalam menulis skripsi itu karena tidak tau arahnya mau ke mana, dan dosen pembimbing tentu akan mengarahkan kita sesuai dengan apa yang kita paparkan. Misalnya, ketika ditanya oleh dosen, jangan malu apalagi takut untuk menyampaikan pemahaman awal tentang arah skripmu. Sebab, dari keterangan itulah dosenmu akan paham apa yang akan kamu tulisakan.
Oke, sekali lagi jangan pernah meninggalkan file skripsi lebih lama. Maksimal dua hari sudah harus kamu buka kembali file itu dan melakukan perbaikan atas masukan dan saran dari dosen.
Selesai sudah kiat menemui dosen pembimbing untuk menambah semangat menyelesaikan skripsi. Lho... katanya menulis skripsi itu gampang? Ya, sabarlah dulu. Masih ada poin lainnya yang mesti dibaca. Kalau baca tulisan ini secara lengkap saja sudah malas, itu menggambarkan bagaimana kamu sebenarnya malas baca referensi tuk skripsimu. Hehehehe betul tak?
Okelah, dari pada banyak betul ceramahnya, kita langsung masuk ke poin selanjutnya, yakni mengatasi malas membaca referensi. Ingatlah, pengetahuan itu hasil dari membaca, mendengar, dan melihat.  Nah, khusus untuk skripsi, lebih dominan membacanya karena perlu rujukan supaya menjadi karya ilmiah. Kalau tak ada rujukan, maka tidak masuk kategori ilmiah.



Membaca lalu Menuliskannya
Yang paling gampang sekarang itu membaca melalui gawai atau smartphone. Ups.... ingat ya, “jangan sampai yang smart itu hanya handphone mu saja”. Hehehe jangan tersinggung yaa kan mau jadi sarjana.
Ketika lagi membaca berbagai informasi di internet, rasanya kita ingin mengambil semuanya untuk dipasang di skripsi kita. Ya, pertama biar skripsinya cepat selesai, kedua biar skripsinya tebal, ketiga males nak ngetik ulang. Malas itu sudah penyakit kita se
mua, betul tak?
Oke, kamu kan sudah membuat rencana pembahasan skripsi. Jadikanlah itu acuan untuk mencari referensi. Lalu ambillah bagian yang paling sesuai. Pilihkan per paragraf, jangan main ambil semua karena nanti bisa gak nyambung dengan skripsi kita. Karena itu, ambil saja sari pati atau inti pembahasan dari referensi yang kita temukan di internet itu.

Baca juga: Asyiknya Menulis Resensi Buku

Nah, gampang kan menulis skripsi itu. Terus bagaimana kalau bacanya buku? Itu labih bagus lagi. Ambil saja inti dari buku itu, dan tuliskan di kertas dulu bila baca buku di perpus atau saat berkunjung ke kos teman. Jangan langsung ketik di laptopmu, nanti ide yang ada hilang.
Setlah mengumpulkan informasi, dari internet maupun dari buku, maka coba tuangkan lagi ke file skripsimu. Dan masukkan apa yang kita dapatkan itu pada bagian-bagian yang sesuai. Ups... jangan lupa pasang rujukannya ya.
Sip, kalau sudah begitu, dijamin skripsimu bakalan cepat selesai.
Kalau tak selesai juga, silahkan baca tulisa lainnya di sini.