Wednesday, November 9, 2016

Geliat Perekonomian di Pasar Tos3000 Jodoh

Pedagang ayam daging di pasar Tos3000 Jodoh. Pasar ini menjadi pasar induk bagi masyarakat Batam saat ini.
Telah beberapa tahun Pasar Tos3000 di Jodoh menjelma menjadi pasar pagi yang penuh sesak dengan pengunjung. Inilah pasar tersibuk di Batam dan menjadi "pasar induk" mendadak, menggantikan pamor pasar Tanjungpantun Jodoh yang sudah dikenal masyarakat Batam sejak 1980-an dan setelah kegagalan pasar induk yang dibangun pemerintah. 
Geliatnya pasar ini sudah dimulai sejak dini hari, ketika pada pedagang sayur mayur mulai berdatangan membawa sayuran segar dari berbagai daerah di Batam. Sebagian besar sayuran itu di datangkan dari Tembesi, Rempang ataupun Galang. Sedangkan umbi-umbian seperti kentang lebih banyak didatangkan dari Medan ataupun Jambi. Memang, kebutuhan makanan di Batam masih membutuhkan pasokan dari luar daerah.
Kemarin (23/10) pagi, para penjual sudah menggalar dagangan di rentang jalan antara Tos3000 hingga Top100 Jodoh. Dua ruas jalan itu dimanfaatkan oleh pedagang sayuran dan rempah untuk menggelar dagangan. Tak pelak, jalan itu pun tidak bisa dilalui oleh pengendara roda empat. Sedangkan untuk roda hanya bisa sebatas melewati sisi selatan jalur itu tatapi harus mendesakan dan bebagi dengan pedagang juga.
Kios dan lapak di dalam pasar Tos3000 menjadi pasar basah. Sedangkan di sisi kanaan, kiri, dan depannya menjadi tempat para penjual sayuran, rempah, dan buah-buahan. Ada juga yang menjajakan jajanan pasar di sela-sela pedagang sayuran. Di pasar ini, tidak sedikit orang yang menaruh harapan mengais rezeki. 
"Awas ada copet. Ibu-ibu hati-hati barangnya. Sekarang ini ibu-ibu pun sudah ada yang jadi copet," bunyi pengeras suara yang dibawa seorang pria itu menambah riuh suasana pasar. Di tengah desak-desakan antara pembeli, di saat itu pula pencopet beraksi. 
Selain suara mikrofon itu mengitari beberapa wilayah sepanjang jalan.  Peringatan itu memang wajar karena beberapa hari sebelumnya dua orang perempuan ditangkap sebab ketahuan mencuri dompet pengunjung pasar. Dan keduanya pun harus berurusan dengan polisi Lubuk Baja.
"Jagungnya delapan ribu, delapan ribu," teriak seorang penjual memanggil pembeli. Teriakan itu sudah khas di sebuah pasar. Teriakan demikian itu baru berhenti ketika penjualnya sedang melayani pembeli. 
Tentang saja, tidak semua pedagang di Tos3000 ini berteriak-teriak karena sebagian besar barang dagangan juga ada yang diberi papan harga. Pengunjung yang tertarik bisa membli langsung atau tawar menawar. Tawar menawar adalah kekhasan pasar tradisional berbeda dengan hipermarket modern yang semua telah terpasang harga.
"Kadang-kadang saja. Sekali seminggu kalau sempat. Mumpung sekarang hari minggu," kata seorang ibu saat berbincang dengan Tribun. Ia sengaja memilih menepi di dekat pasar karena tak kuat untuk memasuki pasar basah Tos3000. "Kalau ke dalam saya tak kuat. Biar mamak saja," lanjutnya.
Seorang pria yang menggendong anak juga tengah menunggu istrinya yang berbelanja ikan segar. Ia tidak tiga harus membawa anaknya berdesakan di tengah pegapnya ruangan pasar basah dengan berbagai aroma menyeruak ke hidung. Pria yang mengaku bernama Irwan ini dua pekan sekali atau ketika ada acara besar di rumah.
"Kalau di sini kan lebih murah. Selisihnya lumayan juga. Di sini sawi satu ikat dua ribu. Kalau beli tiga lima ribu. Ikatannya pun agak besar," ujarnya. Sedangkan di warung-warung dekat rumahnya Baloi, walau dengan harga yang sama, tetapi ikatannya lebih kecil. Ia bisa memaklumi karena pemilik warung juga mungkin kulakan di pasar Tos3000 ini. 
Kebutuhan masyarakat yang tersedia di pasar Tos3000 ini cukup lengkap. Walaupun hanya bulanan, tidak sedikit warga yang mencoba untuk berbelanja ke pasar pagi ini sacara langsung. Kebanyakan mereka yang berleanja datang dari Batuampar, Jodoh, Nagoya, Baloi, Pelita, dan juga Bengkong. 
Hingga pukul 06.30 pagi, masih ada sejumlah pedagang yang hendak membuka lapak. kebanyakan ialah pedagang umbi-umbian, seperti ubi, kentang, talas, dan gubis. Sedangkan pembeli datang silih berganti. Puncak geliatnya pada sekitar pukul 07.00. Tetapi sayang kemarin mendung mengelayut di atas lagit Jodoh. 
"Hujan, hujan, hujan," teriak para pedagang sembari menyiapkan payung besar. Beberapa pengunjung yang lain pun melakukan hal yang sama. Mereka harus menyelamatkan dagangan agar tidak terkontaminasi oleh air hujan yang memiliki zat kimia yang tajam, apalagi untuk sayur dedaunan. Biasanya, payung besar atau pun terpal itu baru digunakan ketika sengatan mentari  mulai menghangatkan tubuh. Tetapi pagi kemarin, daun payung dibuka lebih awal sebab gerimis mengundang.
"Mudah-mudahan saja tidak hujan. Kalau hujan pagi, kami repot mas," terang perempuan yang minta di sapa Bu Dhe saja. Sebagai pedagang, tentu yang diharapkan ialah pembeli. Apabila hujan di pagi hari, pembeli akan sepi sedang barang dagangan akan layu dan tidak layak jual lagi.
Ia agak cemas sembari berharap hujan tidak turun. Tetapi jika hanya gerimis, maka bisa jadi itu justru petanda baik di hari Minggu ini. Sebab, ujarnya dia, hari terpanjang untuk berjualan dalam sepekan ialah Minggu. Jika pada hari-hari biasanya hanya sampai pukul 09.00 atau maksimal pukul 10.00, tetapi pada hari Minggu ia bisa membuka lapak sampai pukul 11.00. Semua itu tergantung dari jumlah pembeli. Ini sudah menjadi hukum ekonomi, semakin banyak yang membeli maka pedagang pun akan semakin lama penggelar lapaknya. 
Tetapi, mereka sudah harus mulai mengemas barang dagangan secepatnya agar tidak mengganggu pemilik ruko dan para pengunjung ke toko-toko di Samarinda, Avava, dan Ramayana. Beruntung, kemarin itu hanya gerimis beberapa menit saja dan pengunjung pun masih cukup banyak hingga pedagang berjualan sampai siang. 
Ketika azan Dhuhur berkumandang, pedagang sudah bersih. Yang tersisa hanyalah pedagang yang membuka lapak di samping kanan Samarinda saja. Sedangkan di pasar Basah pun sudah mulai dikemasi. Sampah-sampah mulai di kumpulkan pada satu titik agar mudah diangkut para petugas. Geliat kehidupan pasar ini telah menyertai kehidupan masyarakat Batam. (abd. rahman mawazi)

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Post a Comment