Friday, November 11, 2016

Sepenggal Kisah Bersama SimPATI Saat Kuliah S2

Baru dua pekan terakhir ini saya memiliki smartphone Android berlayar sentuh. Bukan tanpa alasan menggunakannya, melainkan karena jaringan telekomunikasi di #indonesiamakindigital. Sedangkan selama enam tahun lebih, saya adalah pengguna BlackBerry Curve 8520 atau yang sering disebut BB Ge
SimPATI dengan paket BB Unlimited Murah
hanya Rp 10 ribu perbulan 
mini. Ya, BB ini adalah ponsel terlama yang pernah saya miliki. Seingat saya, sudah tiga kali dia berganti kulit, dari hitam ke putih lalu menjadi ungu seperti sekarang. Kondisinya pun sudah memprihatinkan setelah dipreteli oleh si adik yang kini berusia dua tahun.
Dan sepanjang waktu itu pula, BB Gemini ini telah merasakan kartu SimPATI dari Telkomsel. Keduanya telah menyatu hingga kini. Entah sampai kapan, saya pun belum tahu sebab saya masih merasa nyaman mengawinkan keduanya.

Walau usinya yang sudah memasuki uzur, BB Gemini dan kartu SimPATI itu telah menemani ke berbagai daerah; dari Batam ke Dabo dan Daik di Kabupaen Lingga, Ranai di Natuna, Pontianak dan Singkawang di Kalimantan Barat, ketika bergelut dengan pekerjaan; di kota Gudeg Jogjakara dan kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo di Jawa Timur ketika mengenyam bangku pascasarjana; dan saat berkunjung ke Singapura dan juga Malaysia. Alasan historis inilah yang membuat keduanya belum terpisahkan.
Tulisan ini bukan hendak menceritakan BB Gemini yang sudah diikat dengan karet, tetapi cerita tentang kartu SimPATI-ku yang unik ini. Ya, saya sebut unik karena ada paket istimewa yang ditawarkan untuk pelanggan setianya. Inilah kisah itu.

Jangan Abaikan SMS Promosi
Kebetulan saya dan istri sama-sama menggunakan kartu SimPATI dari Telkomsel. Saat itu, saya sedang menikmati liburan Idul Fitri pada 2015 lalu, kala datang sebuah SMS promosi dari Telkomsel yang mengabarkan promo terbaru untuk paket BB unlimited bulanan. Kabar yang termaktub di dalamnya ialah info paket seharga Rp 10ribu saja.
Karena saat itu paket yang saya gunakan mendekati masa akhir aktivasi, maka saya berniat mencobanya. Toh, kalau sukses, saya beruntung. Kalau pun tidak, saya akan tetap memakai paket BB unlimited seharga Rp 99ribu perbulannya. Sebab, banyak aktivitas yang saya lakukan membutuhkan koneksi internet, dan semua terasa lebih gampang bila dilakukan dari ponsel.
Singkat cerita, istri saya menyarankan agar hanya mengisi pulsa Rp 10 ribu saja supaya paket yang sudah ada tidak otomatis diperpanjang. Sarannya itu saya terima. Dan akhirnya, paket BB Unlimited habis. Segera saya daftarkan paket baru sesuai petunjuk pada SMS promisi. Tapi sayang, saya lupa teknis daftarnya ketika itu. Alhamdulillah, aktivasi berhasil, yakni paket BB unlimited bulanan dengan harga Rp 10 ribu. Ini adalah paket BB unlimited termurah yang saya tahu dan saya nikmati.
Tetapi, saya belum puas. Saya khawatir paket baru ini membatasi aktivitas saya dari ponsel. Maklumlah, ini era digital, di mana banyak aktivitas bila dilakukan melalui perangkat yang hanya segenggaman saja. Maka saya coba membuka browser lalu mengakses portal berita online atau media daring. "Yes, bisa" ucapku dalam hati.
Hati masih gundah, apakah push email juga masih aktif? Ada dua email yang saya aktifkan di ponsel. Keduanya sama-sama penting karena terkait pekerjaan. Maka untuk mengujinya, saya mengrim email dari yang satu ke yang lain. Isinya tak ada yang penting karena hanya mengetes saja. Beberapa jenak tidak ada tanda-tanda ikon email masuk. Aduh!!! Bahaya ini. Dengan sedikit cemas, saya sering perhatikan lampu ikon di sudut atas layar sembari menjawab beberapa komentar di Facebook. Akhirnya masuk juga barang itu. Hati pun lega. Dan promo harga paket BB unlimited murah Rp 10ribu per bulan itu tak mengurangi satupun manfaatnya.
Maka, tanpa pikir panjang, ketika paket BB istri pun habis, langsung saja memilih paket baru sebagaimana yang telah saya lakukan di BB saya sendiri. Betapa girangnya istri saya karena kami bisa menghemat puluhan ribu rupiah untuk pulsa bulanan. Apalagi saya tidak memiliki pekerjaan tetap dan harus membiayai kebutuhan selama kuliah S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kalang Kabut Paket Habis
Di usia kepala tiga dengan dua anak, kembali ke bangku kuliah ada pilihan yang kenekatan. Saya nekat karena saya harus meninggalkan pekerjaan dan membiayai kuliah secara mandiri. Belum lagi urusan dapur. Sebab itu, sedari awal saya bertekad untuk bisa selesai kuliah secepat mungkin.
Di tengah kesibukan penghujung smester tiga, saya sudah harus menyelesaikan proposal tesis. Perputakaan, buku, laptop, dan internet adalah bagian penting. Ketika di kampus, saya bisa menikmati fasilitas internet gratis. Ketika di kos, saya harus menggunakan modem. Terkadang, kartu SimPATI itu harus berpisah dengan BB untuk "selingkuh" dengan modem Telkomsel Flash. Ini hanya tingga modem saja karena kartunya telah dipakai istri untuk BB dia tadi. Biasanya saya memilih cari bacaan awal dari BB saya itu, bila ada yang cocok, baru saya unduh di kampus. Biasalah, penghematan, dari pada harus beli paket Telkomsel Flash.
Saat sedang asyik mengerjakan proposal, paket BB lupa saya isi. Maka saya pun kalang kabut sebab sumber bacaan melalui browser di BB otomatis terhenti. Padahal, bacaan dari sumber-sumber di internet mempermudah dalam memahami setiap pembahasan. Yang tidak kalah penting, beberapa tugas akhir kuliah disetor melalui email, yang biasanya saya kiri melalui BB. Ketika berada di kampus saya coba cari info pendaftaran paket BB unlimited murah itu. Perjuangan itu baru berhasil di hari ketiga. Yes, saya masih beruntung menjadi pelanggan istimewa Telkomsel.
Peristiwa serupa pun pernah terjadi beberapa kali hingga akhirnya saya menyimpan kode akses rahasia untuk aktivasi paket murah itu, yakni *550*1#. Silahkan saja Anda coba kode aksea itu, siapa tahu Anda sedang beruntung, tepi saya tidak menjamin semuanya bisa. Setidaknya, hingga saat ini, November 2016, paket BB saya masih menggunakan paket BB unlimited murah dari Telkomsel. Banyak teman sekantor di Batam dan teman-teman semasa kuliah yang iri dengan keistimewaan kartu SimPATI saya ini.

Memaksimalkan Digital
Walaupun saya telah mengakui kualitas Telkomsel, tetapi saya hendak mencoba menggunakan kartu lain dalam menikmati layanan digital di era #IndonesiaMakinDigital ini. Uji coba ini saya terapkan pada smartphone Android baru saya yang sudah 4G. Semua provider telekomunikasi sedang berlomba menggaet pelanggan dengan tawaran bonus kuota 4G yang supet besar.
Maka pada dua slot kartu, saya isi dua kartu berbeda sekaligus. Saya hendak menguji kekuatan sinyal dan jaringan keduanya. Dalam dua pekan ini, penggunaan dua kartu itu selalu saya gonta ganti apabila support sinyalnya jelek. Nah celakanya, ketika saya bertugas di pinggiran Batam, sinyal yang tertangkap menjadi 3G dan sesekali ganti EDGE, bahkan yang satu lagi konsisten di EDGE.

Hingga saat ini, saya masih menguji secara obyektif, yang mana satu sinyal 4 G-nya paling stabil di Batam ini. Ini sudah zaman digital dan #indonesiamakindigital juga. Sehingga jangan hanya terpikat promo belaka. Jadi, menurut pembaca yang budiman, kartu perdana apa yang cocok untuk mendukung digital style? Silahkan usulkan pada saya, karena kartu itu akan menjadi pendamping untuk kartu SimPATI-ku yang telah banyak menemani saya. Namun bila gagal, bukan mustahil semua kartu yang saya gunakan merupakan produk Telkomsel yang telah teruji. Toh masih ada kartu lain yang harga paketnya lebih sesuai kebutuhan seperti Kartu AS ataupun Loop.


Tulisan ini untuk diikut sertakan dalam lomba #IndonesiaMakinDigital yang diselenggarakan oleh Telkom 

0 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Post a Comment