Sunday, October 21, 2018

Gak Perlu Dukun, ini Tips dan Trik Mengerjakan Soal Ujian CAT untuk CPNS


Bila Anda dinyatakan lolos administrasi, maka persiapkan untuk menghadapi ujian CAT atau Computer Assisted Test. Ujian ini bukan perkara gampang, karena yang lulus ujian pun belum tentu lolos ke tahap wawancara dan kemampuan bidang. Mengapa? Karena mungkin Anda lulus tetapi nilai Anda lebih kecil dari pada nilai pesaing lainnya.

Sekadar informasi saja, apabila formasi yang dipilih membutuhkan 2 orang, maka hanya 6 orang saja yang bisa melanjutkan pada tahap wawancara dan kemampuan bidang. Ketentuan ini sudah menjadi ketetapan dan berlaku sejak sistem CAT telah dilaksanakan pada 2014 lalu. Beberapa teman saya banyak yang lolos CAT tetapi pada peringkat di bawah tiga, sehingga tidak bisa lolos pada tahap selanjutnya.


Nah, agar bisa menjadi peringkat tiga besar peraih nilai CAT, maka ada dua persyaratan, pertama  mempersiapkan diri dengan belajar dan berdoa; kedua memahami tips dan trik dalam mengerjakan soal. Untuk yang pertama, silahkan baca tulisan pesona kata yang berjudul Tips Memilih Buku Latihan Soal Ujian CAT untuk CPNS.

Pada tulisan ini, saya hanya akan berbagi tips dan trik ketika mengerjakan soal CAT saja. Yang perlu diketahui, soal CAT ini terdiri dari tiga kategori, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelejensi Umum (TIU) dan Tes Kemampuan Pribadi (TKP). Tiga kategori ini termuat dalam 100 soal yang akan dikerjakan oleh peserta tes CAT untuk CPNS.

Wow, 100 soal dengan waktu sekitar 90 menit itu tentu sangatlah banyak. Anda tinggal bayangkan, dengan alokasi waktu seperti itu, berarti satu soal membutuhkan hanya sekitar 45 sampai 50 detik agar bisa terjawab semua. Ingat ya, terjawab semua, bukan betul semua. Hehehe Di sinilah perlunya tips dan trik mengerjakan soal.


Dari 100 soal yang tersedia, dibagi menjadi tiga bagian untuk TWK, TIU dan TKP. Komposisi pasti dari tiga kategori soal ini tidak saya tidak tahu. Tetapi bisa diperkirakan, masing-masing kategori mendapatkan jatah 30 soal. Porsi yang paling banyak itu sepertinya TWK dan TIU, yakni 35 soal. Bila dirincikan, soal nomor 1 sampai 35 itu tentang TWK, soal nomor 36 hingga 70 tentang TIU, dan soal nomor 71 sampai 100 tentang TKP.

Pengalaman saya dulu, setelah berdoa dan memasukan pin yang diberikan panitia di aplikasi komputer, maka saya mengerjakan soal TWK. Namun, baru sampai soal ketiga, saya tidak tahu jawabannya. Lantas saya lanjutkan ke soal keempat, pun sama, tidak bisa saya jawab karena ragu-ragu. Lanjut soal ke lima, juga tidak bisa saya jawab karena ragu-ragu. Wal hasil, saya langsung loncat ke soal TKP yang berada di kisaran nomor 75.

Jadi, ketika mengerjakan soal, tidak harus di mulai dari nomor satu. Bisa loncat ke nomor lain yang sekiranya bisa menjawab dengan cepat, yang penting juga tepat. Misalnya, Anda sangat jago dan mahir dalam bidang bahasa dan matematika, maka kerjakanlah lebih dulu soal TIU dari pada soal yang banyak mengandung sejarah dan aturan perundang-undangan di kategori TWK.

Kalau tips dari trik dari saya, saya menyarankan agar mengerjakan kategori soal TKP. Alasannya, soal TKP ini semuanya memiliki nilai. Yang paling benar nilainya 5 dan yang paling tidak sesuai nilainya 1 (satu). Lagi pula, soal pada kategori TKP ini juga lebih banyak tentang pernyataan daripada pertanyaannya. Pilihlah yang menurut Anda paling sesuai dari lima jawaban yang terdapat di a, b, c, d dan e.

Namun, juga perlu memperhatikan penyataan yang diberikan sebelum jawabannya. Tetapi tidak harus selalu membaca pernyataan karena bisa membuang-buang waktu.


Awas “Jebakan” di Soal
Ingat!! Bahwa waktu yang tersedia sangatlah minim. Maka berhati-hatilah terhadap soal-soal yang bisa menjebak Anda. Ada beberapa kategori “jebakan” yang bisa menghabiskan waktu.

1. Jenis soal yang diawali sebuah cerita. 
Biasanya soal bahasa dan matematika sering menggunakan pola ini. Berhati-hatilah dalam mengerjakan karena waktu Anda tidak banyak. Cara untuk mengatasinya ialah dengan mempelajari pola jawaban yang tersedia pada buku-buku latihan soal. (Baca tips memilih buku latihan di link ini). Jika sudah sering latihan soal-soal, maka kita tahu apa yang harus dikerjakan bila menghadapi soal seperti ini. Misalnya, untuk aljabar yang biasanya diuraikan dalam soal cerita jarak tempuh. Tentu sudah harus tahu perubahan waktu. 

Ada cara jitu namun terkesan konyol untuk menjawab soal bahasa yang memiliki cerita panjang. Kawan saya memilih tidak membaca cerita melainkan langsung membaca soal dan pilihan jawabannya. Loh... terus bagaimana tahu jawabannya yang benar? Tenang, menurut teman saya, dia setelah baca soal dan pilihan jawaban, dia membaca dengan metode screening saja, yakni melihat sekilas dari kata kunci yang sama yang tersedia pada soal dan jawaban. Hehehehe.


2. Jenis soal yang diawali dengan pernyataan. 

Nah, yang ini paling banyak di kategori soal TKP. Ada pernyataan-pernyataan yang terkadang cukup panjang. Nah, kalau ketemu soal begini, abaikan saja dulu, atau pakai trik yang nomor satu. Jikalau sering latihan soal pada buku latihan soal atau latihan soal online, pastilah akan terlihat pola dari soal seperti itu.

3. Jenis soal yang kita tidak tahu sama sekali cara menjawabnya. 

Jenis soal ini sebenarnya tidak bisa masuk jenis soal. Karena kita memang tidak tahu dan tidak terbayang bagaimana menjawab soal yang demikian itu, maka sebaiknya tidak usah dikerjakan. Kerjakan saja soal yang dianggap paling gampang atau paling bisa dijawab terlebih dahulu.  Hemat waktu. Jika yang gampang sudah selesai, barulah beralih ke yang lebih rumit. Kebanyakan tips yang diberikan adalah mengerjakan kategori soal TKP dulu.

Oke. Demikian sepenggal pesona kata untuk yang akan ujian CAT. Mudah-mudahan tips dan trik sedikit membantu mengatasi kegalauan menjelang ujian. Saya doakan semoga yang membaca artikel ini lolos menjadi abdi negara. Aamiin. []

5 comments:

  1. Hihihi memang gak perlu dukun, yg perlu belajar giat, ingat pesan Ibu guru... Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. namun masih banyak yg ke dukun supaya lolos CPNS.
      hehehe. Mungkin gak pede dg diri sendiri

      Delete
  2. Jaman now, jaman serba digotal memang harus giat gali ilmu

    ReplyDelete